Dari INDY hingga PTBA Dongkrak IHSG 47 PoinPerkuat Logistik dan Pelabuhan, INDY Resmikan Anak Usaha Baru
Momentum juga relatif mendukung. RSI berada di 53,522, yang masih berada di area netral.
MACD tercatat 43,532 dengan sinyal beli, CCI 65,267 juga memberikan sinyal beli, sedangkan Rate of Change berada di 25,333.
Namun, ada satu indikator yang perlu diperhatikan, yakni StochRSI sebesar 97,566 yang sudah masuk kategori beli berlebih.
Artinya, setelah kenaikan hampir 10 persen dalam sehari, ruang koreksi jangka pendek tetap terbuka apabila aksi ambil untung meningkat.
ADX berada di 32,399 dengan sinyal jual pada sistem indikator tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya tren yang cukup kuat, tetapi arah berikutnya tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan harga dan volume.
Level 2.890 Jadi Ujian Berikutnya
Secara pivot, INDY telah melewati resistance pertama di Rp2.810. Level berikutnya berada di Rp2.890, kemudian Rp2.950.
Jika tekanan beli mampu dipertahankan dan harga bergerak melewati Rp2.950, perhatian pasar berpotensi kembali tertuju pada area Rp3.120, yang merupakan level penutupan pada 9 September.
Sebaliknya, Rp2.810 kini menjadi level penting setelah berubah menjadi area resistance yang telah ditembus.
Apabila harga kembali turun di bawah level tersebut, area Rp2.750–Rp2.744 menjadi zona berikutnya untuk diperhatikan, berdekatan dengan MA50 Rp2.744,20.
Jika tekanan jual berlanjut hingga di bawah Rp2.703, struktur rebound jangka pendek akan kembali menghadapi tekanan karena harga mulai mendekati MA10.
Dengan demikian, lonjakan INDY pada 23 September menunjukkan momentum teknikal yang lebih kuat, sementara pendirian KMI menjadi bagian dari perkembangan diversifikasi bisnis perseroan.
Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan INDY mempertahankan Rp2.810 dan menembus Rp2.890–Rp2.950.
Di sisi lain, indikator StochRSI yang sudah berada di area overbought membuat volatilitas dan potensi aksi ambil untung tetap perlu diperhitungkan.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.