INDY Melejit 9,27 Persen, Benarkah Efek Anak Usaha Baru?
Isu Kideco Jadi Katalis, INDY Uji Resistance Rp2.870
Dari INDY hingga PTBA Dongkrak IHSG 47 Poin
Nilai tersebut setara sekitar 74,6 persen dari total pendapatan INDY yang mencapai USD1,147 miliar pada periode yang sama.
Besarnya kontribusi tersebut membuat rencana divestasi Kideco menjadi bagian penting dalam strategi korporasi INDY apabila transaksi benar-benar terealisasi.
Dalam materi analisis yang dirilis sebelumnya, valuasi Kideco sekitar USD1 miliar atau Rp18,1 triliun juga disebut lebih tinggi dibandingkan kapitalisasi pasar INDY yang berada di kisaran Rp13 triliun pada pertengahan Juli 2026.
Valuasi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang menjadi perhatian dalam melihat potensi transaksi.
Berdasarkan perbandingan valuasi perusahaan batu bara, Kideco memiliki enterprise value sekitar Rp18,1 triliun, dengan rasio EV terhadap sumber daya sebesar 12,1 kali dan EV terhadap cadangan sebesar 38,7 kali. Sementara itu, EV terhadap EBITDA berada di 5,1 kali.
Sebagai pembanding, median perusahaan batu bara di luar Kideco dalam analisis tersebut tercatat memiliki EV terhadap sumber daya 7,4 kali, EV terhadap cadangan 33,9 kali, dan EV terhadap EBITDA 4,1 kali.
Jika transaksi divestasi Kideco benar-benar terealisasi, INDY berpotensi memperoleh dana dalam jumlah besar dari pelepasan kepemilikan tersebut.
Namun, hingga saat ini belum terdapat kepastian mengenai pembeli maupun nilai final transaksi, sehingga kabar BUMI sebagai kandidat terkuat masih berada pada tahap pembicaraan.
Dengan demikian, pergerakan saham INDY saat ini mempertemukan dua katalis sekaligus, yakni isu strategis mengenai potensi divestasi Kideco dan perbaikan indikator teknikal.
Di sisi teknikal, konfirmasi breakout Rp2.870 menjadi level yang perlu diperhatikan setelah saham kembali berada di atas MA20, sementara perkembangan proses divestasi tetap menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap INDY.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.