Jadi Sasaran Buang Asing, Begini Teknikal BBRI, BBNI, dan BMRI Hari ini

Rombak Lima Direktur di RUPSLB, BTNKejar Target Beyond MortgageJelang RUPSLB BTN: Saham Loyo, September Ceria atau Wacana?

BMRI Masih Bertahan di Atas MA20 dan MA50

Sementara itu, BMRI ditutup di Rp4.340. RSI 14 berada di 53,073, Stochastic 64,078 dan MACD 50,347.

memberikan sinyal beli pada Stochastic, MACD, Williams %R, Ultimate Oscillator, ROC dan Bull/Bear Power.

ADX berada di 29,18 dalam kategori netral, sedangkan ATR 85 menunjukkan volatilitas tinggi.

Dari moving average, BMRI berada di bawah MA5 Rp4.380 dan MA10 Rp4.396. Namun, harga masih di atas MA20 Rp4.299,50, MA50 Rp4.239,20 dan MA100 Rp4.247,80.

MA200 berada jauh lebih tinggi di Rp4.581, sehingga tren jangka panjang pada indikator tersebut belum kembali positif.

Pivot BMRI berada di Rp4.387. Area Rp4.380-Rp4.396 menjadi resistance teknikal terdekat karena bertepatan dengan MA5, MA10 dan berada di sekitar pivot.

Jika berhasil dilewati, R1 berada di Rp4.514, kemudian R2 Rp4.587. Di bawahnya, S1 berada di Rp4.314, S2 Rp4.187 dan S3 Rp4.114.

Ketiga saham tersebut sama-sama menghadapi tekanan setelah aksi jual asing, tetapi struktur teknikalnya tidak identik.

BBRI masih bertahan di atas MA20, BBNI berada di bawah MA20 dan menghadapi resistance berlapis di Rp3.781-Rp3.857, sedangkan BMRI masih bertahan di atas MA20 dan MA50 meski belum mampu menembus MA5 serta MA10.

Data historis beberapa hari sebelumnya juga menunjukkan posisi asing terhadap big banks dapat berubah cukup cepat.

Pada pekan 31 Agustus-4 September, asing justru tercatat melakukan net buy di pasar reguler pada BBRI Rp1,43 triliun, BMRI Rp687,6 miliar dan BBNI Rp253,2 miliar.

Karena itu, data net sell Selasa lebih tepat dibaca sebagai perubahan arus transaksi pada satu sesi, bukan sebagai bukti tunggal perubahan tren jangka panjang.

Untuk perdagangan hari ini, area support dan resistance pada masing-masing saham menjadi level teknikal yang perlu diperhatikan bersamaan dengan arah IHSG dan arus dana asing berikutnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.