Kredit Tumbuh 24 Persen, Bank Jago (ARTO) Cuan Rp189 Miliar di Semester I 2026

Pencapaian kinerja keuangan tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketigayang terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan laporan publikasi perseroan dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, 10 September 2026, Bank Jago membukukan penyaluran kredit sebesar Rp26,6 triliun hingga akhir Juni 2026.

Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 24 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp21,4 triliun.

Kualitas penyaluran kredit perseroan sepanjang enam bulan pertama tahun ini tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loangross yang berada di level 0,8 persen.

Posisi rasio NPL tersebut berada di bawah rata-rata rasio NPL industri perbankan nasional.

Direktur Bank Jago, Supranoto Prajogo, menjelaskan bahwa capaian kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang sehat seiring dengan efektivitas penerapan model bisnis bank berbasis teknologi.

“Selama lebih dari lima tahun beroperasi dan bertumbuh, Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi telah menghadirkan solusi keuangan digital yang fokus dan relevan bagi masyarakat Indonesia.

Kami melakukannya dengan tetap menjaga fundamental dan pertumbuhan bisnis perusahaan dengan sehat,” ujar Supranoto, dalam keterangan resminya.

Dari sisi penghimpunan dana, total DPK yang berhasil dihimpun oleh Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun pada akhir Juni 2026.

Jumlah DPK tersebut tumbuh sebesar 23 persen dibandingkan posisi DPK per akhir Juni tahun lalu yang sebesar Rp22,4 triliun.

Peningkatan DPK tersebut didorong oleh ekspansi jumlah nasabah yang terus bertambah. Hingga akhir Juni 2026, total nasabah Bank Jago telah mencapai 20,1 juta nasabah.

Jumlah tersebut mencakup 14,7 juta nasabah funding yang merupakan pengguna aktif dari Aplikasi Jago

Pertumbuhan bisnis pada segmen penyaluran kredit dan penghimpunan dana ini turut mendorong peningkatan total aset perseroan. Per akhir semester I-2026, total aset Bank Jago tercatat mencapai Rp41,4 triliun.

Struktur pemodalan Bank Jago juga berada dalam posisi yang memadai untuk menopang ekspansi bisnis di masa depan.

Tingkat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratioperseroan tercatat sebesar 28,4 persen pada akhir periode semester I-2026.

Supranoto menegaskan bahwa hasil positif ini memvalidasi keunggulan strategi integrasi yang dijalankan perseroan bersama para mitra.

“Pencapaian positif ini menjadi bukti bahwa model bisnis bank berbasis teknologi dan kolaborasi dengan mitra ekosistem strategis yang kami bangun memiliki kekuatan dan ruang pertumbuhan yang besar,” kata dia.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bank Jago mengandalkan strategi kolaborasi dengan mitra ekosistem digital terintegrasi.

Integrasi dengan ekosistem strategis seperti GoTo serta ekosistem investasi Bibit-Stockbit memungkinkan nasabah terhubung langsung untuk melakukan kegiatan menabung, transaksi harian, hingga investasi dalam satu aplikasi secara seamless.

Kerjasama ini memberikan kontribusi pada pertumbuhan pengguna Aplikasi Jago secara berkelanjutan.

Selain integrasi layanan transaksi, Bank Jago memperluas jangkauan pembiayaan melalui kemitraan dengan platform digital dan perusahaan pembiayaan, salah satunya BFI Finance.

Penyaluran kredit melalui skema kemitraan ekosistem ini menjadi penopang utama dalam menumbuhkan portofolio kredit perseroan secara terukur.

Di samping mempertahankan pola kemitraan yang ada, perseroan mulai menjalankan strategi penyaluran kredit secara langsung

“Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir.

Namun kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas,” ungkap Supranoto Prajogo.

Sebagai bank berbasis teknologi, perseroan menambah jajaran fitur dan inovasi pada produk perbankan digitalnya sepanjang tahun 2026. Salah satu pengembangan produk terbaru adalah fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago.

Fitur ini dirancang untuk membantu debitur memahami indikator kesehatan finansial mereka terkait dengan kewajiban pinjaman atau pembiayaan yang dimiliki.

Selain itu, perseroan meluncurkan tampilan dasbor portofolio investasi terintegrasi pada Aplikasi Jago.

Layanan ini memungkinkan nasabah memantau seluruh sebaran aset investasi yang ada di berbagai platform mitra dalam satu tampilan tab yang terhubung langsung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia

Inovasi fitur baru tersebut melengkapi fitur perbankan digital eksisting di Aplikasi Jago, seperti fitur Kantong untuk alokasi dana, fitur Analisis Pengeluaran, serta konektivitas ke aplikasi digital lainnya.

“Melalui fitur-fitur ini, kami ingin mengajak nasabah dari sekadar menabung dan bertransaksi menjadi mengelola keuangan dan investasi secara mudah dan terintegrasi.

Melalui komitmen inovasi dan kolaborasi yang berdampak positif, kami ingin menjadi institusi yang tidak hanya membantu nasabah, mitra ekosistem, dan pemangku kepentingan, tetapi juga meningkatkan kesempatan tumbuh mereka secara bersama-sama,” tutup Supranoto.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.