BRIUngkap Perkembangan Holding Ultramikro, Sebanyak 2,3 Juta Nasabah Naik KelasBRICetak Laba Rp31,2 Triliun Semester I 2026, Tumbuh 17,5 Persen
Adapun pre-provision operating profitmeningkat 12,8 persen yoy menjadi Rp65,7 triliun.
Dari sisi efisiensi, cost of fund BRI secara bank only turun 60 basis pointdari 3 persen pada triwulan II-2025 menjadi 2,4 persen pada triwulan II-2026.
Cost to income ratiojuga membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen. Perbaikan tersebut menunjukkan penurunan beban operasional dibandingkan pendapatan yang diperoleh perseroan.
Kualitas kredit turut membaik. Rasio non-performing loanturun dari 3 persen menjadi 2,9 persen, sedangkan cost of creditturun 30 bps dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.
Di sisi profitabilitas, return on assetberada di kisaran 2,7 persen. Sementara return on equitymeningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.
Fokus Perbaikan Bisnis Inti
Dalam menjalankan Revolution Reignite, BRI membagi strategi ke dalam penguatan pendanaan, perbaikan bisnis inti, dan pembangunan sumber pertumbuhan baru.
Pada sisi pendanaan, perseroan memperkuat basis dana murah melalui pengembangan ekosistem dan layanan digital, termasuk akuisisi merchant, transaksi BRImo, QRIS, AgenBRILink, pengembangan kluster bisnis, integrasi value chain, serta penerapan One BRI Solution.
Untuk bisnis inti, BRI melakukan perbaikan proses pada segmen mikro, memperkuat kapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta menerapkan manajemen risiko yang lebih granular.
Sementara untuk sumber pertumbuhan baru, perseroan membidik potensi value chain dan ekosistem bisnis, akuisisi payroll, pengembangan produk consumer, perluasan layanan bullion bank, serta penguatan sinergi di lingkungan BRI Group.
“Transformasi ini bukan sifatnya adalah one-shot, tapi ini berkelanjutan terus-menerus untuk menjaga pertumbuhan bisnis BRI,” kata Hery.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.