TGUK Rombak Direksi dan Komisaris, Fokus Kembangkan Bisnis Frozen Food dan Frozen Meat

Selain menyetujui laporan keuangan tahun buku 2025, pemegang saham juga memberikan persetujuan atas perubahan jajaran Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari penguatan transformasi bisnis Perseroan.

Perubahan kepengurusan tersebut dilakukan di tengah langkah strategis perusahaan yang tengah melakukan diversifikasi usaha.

Setelah menghadapi berbagai tantangan di industri makanan dan minuman, TGUK mulai memperluas sumber pertumbuhan melalui pengembangan bisnis frozen meat dan frozen food yang kini menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

Manajemen menilai langkah diversifikasi tersebut penting untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan pasar.

Kehadiran lini usaha baru di sektor pangan diharapkan dapat melengkapi portofolio bisnis yang selama ini didominasi oleh usaha makanan dan minuman.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp41,98 miliar. Sementara itu, rugi bersih tercatat sebesar Rp21,67 miliar.

Meski masih membukukan kerugian, kinerja tersebut menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun 2024 ketika rugi bersih Perseroan mencapai Rp82,46 miliar.

Dalam agenda RUPSLB, pemegang saham menyetujui pengangkatan Agus Suhada sebagai Direktur Utama Perseroan. Ia akan didampingi Edi Pramono yang menjabat sebagai Direktur.

Sementara itu, posisi Komisaris Utama kembali dipercayakan kepada Antonius Bobby Siswanto dan Bambang Sugeng ditunjuk sebagai Komisaris Independen.

Perseroan menyebut perubahan susunan pengurus tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung implementasi strategi bisnis yang tengah dijalankan.

Langkah ini juga dilakukan seiring masuknya investor strategis baru yang diharapkan dapat memperkuat fondasi bisnis Perseroan dalam jangka panjang.

Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Tbk, Agus Suhada, mengatakan transformasi yang dilakukan perusahaan bertujuan membangun fondasi usaha yang lebih kuat sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

“Perseroan terus berupaya memperkuat model bisnis melalui pengembangan usaha yang memiliki prospek jangka panjang, didukung penguatan operasional serta pengelolaan bisnis yang lebih terukur,” ujar Agus pada Rabu, 10 Juni 2026.

Memasuki tahun 2026, TGUK akan memfokuskan pengembangan usaha pada sektor frozen meat dan frozen food.

Selain itu, perusahaan juga akan melakukan optimalisasi jaringan distribusi, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat bisnis makanan dan minuman dengan pendekatan yang lebih selektif dan berorientasi pada keuntungan.

“Kami optimistis strategi yang dijalankan akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar dia.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan sekaligus memperkuat fundamental usaha.

TGUK meyakini diversifikasi sumber pendapatan, penguatan tata kelola perusahaan, serta pengembangan bisnis yang lebih terukur akan menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.