Makmur Berkah (AMAN) Dukung Indonesia Pimpin ASEAN Halal Council

Bahlil: Kebutuhan Batu Bara PLN Belum Aman, Kurang 20 Juta TonSelangkah Lagi Jadi KEK, AMAN Targetkan Pendapatan Rp295,97 Miliar pada 2026

Eka mengatakan standardisasi sertifikasi hanya salah satu bagian dari persoalan industri halal. Kapasitas pelaku usaha untuk menembus pasar internasional juga menjadi pekerjaan berikutnya.

Ia berharap Indonesia dapat meningkatkan kontribusinya dalam perdagangan produk halal global.

Mengenai usulan Malaysia mengenai kepemimpinan Indonesia di ASEAN Halal Council, Eka menyatakan Indonesia terbuka terhadap gagasan tersebut. “Memang beberapa suara menginginkan Indonesia menjadi leader-nya,” kata Eka.

Namun, menurut Eka, kepemimpinan tersebut bukan tujuan akhir.b“Target Indonesia bukan memimpin ASEAN Halal, melainkan memanfaatkan platform halal ini untuk meningkatkan investasi dan perdagangan,” ungkapnya.

Ia menilai konektivitas antarnegara justru menjadi persoalan yang perlu didorong. Dengan konektivitas yang lebih baik, pelaku usaha di kawasan diharapkan dapat mengakses pasar negara ASEAN lainnya dengan lebih mudah.

Salah satu gagasan yang dibawa Indonesia adalah konsep halal paspor.

“Sebelum kita berangkat ke sebuah negara, kita tahu paspor visa apa yang kita butuhkan. Nah itu yang kita coba standarisasi,” ujar Eka.

Konsep tersebut diarahkan untuk menyederhanakan proses perdagangan produk halal lintas negara. Eka juga mengakui Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah jika dibandingkan dengan Malaysia dalam pengembangan industri halal.

Karena itu, pembahasan ASEAN Halal Council tidak hanya menyangkut siapa yang memimpin forum tersebut.

Di baliknya ada persoalan yang lebih teknis, yakni bagaimana negara-negara ASEAN menyatukan standar, memperlancar sertifikasi, membuka konektivitas perdagangan, dan meningkatkan kapasitas produksi.

Eka berharap Indonesia pada akhirnya dapat memperbesar kontribusinya di pasar halal global.

“Harapannya Indonesia ke depan menjadi kontributor utama di pasar halal,” kata Eka.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.