MD Entertainment Gandeng Raksasa Media Korsel SBS, Saham FILM Bullish?

Penguatan saham Perseroan terjadi menyusul pengumuman resminya kemitraan strategis tingkat lanjut bersama raksasa media asal Korea Selatan, SBS Co., Ltd.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesiaper pukul 14.30 WIB, saham FILM menguat 10 poin atau naik 1,60 persen ke level Rp635 per saham dari posisi penutupan hari sebelumnya di harga Rp625 per saham.

Saham FILM mengawali perdagangan dengan dibuka menguat pada level Rp655 per saham, serta sempat menyentuh harga tertinggi harian pada posisi Rp660 per saham.

Adapun tingkat harga terendah harian berada di level Rp625 per saham, dengan rata-rata harga perdagangan harian berada pada level Rp643 per saham.

Aktivitas transaksi saham FILM sepanjang perdagangan hari ini mencatatkan volume perdagangan sebesar 87,65 ribu lot saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp5,64 miliar.

Frekuensi perdagangan tercatat dilakukan sebanyak 1,85 ribu kali transaksi, di mana batas Auto Rejection AtasPerseroan berada di level Rp780 dan Auto Rejection Bawahdi level Rp535.

Penguatan ini sekaligus menandai pembalikan arah saham FILM setelah pada dua hari perdagangan sebelumnya cenderung bergerak stagnan dan terkoreksi.

Pada Selasa, 29 September 2026, saham FILM ditutup stagnan di level Rp625 per saham dengan nilai transaksi Rp7,25 miliar dan volume 117,23 ribu lot, meskipun mencatatkan aksi beli bersih investor asingsebesar Rp230,60 juta.

Sementara pada Senin, 28 September 2026, saham FILM sempat tertekan dengan terkoreksi 30 poin atau melemah 4,58 persen dari harga pembukaan Rp645 ke posisi Rp625 per saham dengan nilai transaksi Rp8,51 miliar dan net foreign buy mencapai Rp2,13 miliar.

MD Entertainment Tandatangani MoU dengan Korporase Korea Selatan

Aksi korporasi yang membentengi sentimen positif pergerakan saham Perseroan adalah penandatanganan Nota Kesepahamantentang Kerja Sama Strategis dalam Bisnis Konten dan Media antara PT MD Entertainment Tbk dan SBS Co., Ltd.

Acara penandatanganan kesepakatan tersebut dilangsungkan pada Selasa, 29 September 2026, pukul 14.00 WIB berlokasi di MD Place, Jakarta.

MOU ini menetapkan kerangka kerja komprehensif untuk memadukan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) konten populer milik SBS dengan kekuatan jaringan produksi serta distribusi terintegrasi yang dimiliki MD Entertainment di pasar Indonesia.

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari hubungan investasi yang telah terjalin sejak tahun lalu, saat SBS masuk menjadi pemegang saham strategis FILM melalui keterlibatannya dalam Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Iatau rights issue.

Dalam aksi PMHMETD I tersebut, SBS menanamkan modal dengan total nilai investasi mencapai sekitar USD20 juta.

Nilai tersebut mencatatkan rekor sebagai investasi luar negeri terbesar yang pernah dilakukan SBS sepanjang sejarah berdirinya perusahaan media asal Negeri Ginseng tersebut.

Kemitraan strategis yang semula berfokus pada penyertaan modal kini berkembang menjadi kemitraan operasional langsung, di mana kedua belah pihak akan memperdalam kerja sama konten dan platform sekaligus bersama-sama mengeksplorasi peluang ekspansi di kawasan Asia Tenggara dan pasar global, dengan menempatkan Indonesia sebagai pusat hub strategis.

Sebagai langkah awal implementasi kerja sama, kedua perusahaan telah sepakat untuk menghadirkan deretan program populer milik SBS kepada pemirsa Indonesia melalui saluran MDTV.

Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan adaptasi pembuatan ulangfilm atau serial drama berbahasa Indonesia yang diangkat langsung dari perpustakaan konten milik SBS.

Ke depan, lingkup kerja sama ini diproyeksikan bakal terus berkembang secara bertahap menyasar lini bisnis periklanan dan pemasaran merek, penyelenggaraan pertunjukan langsung, hingga komersialisasi berbagai lini bisnis turunan yang dibangun di atas kekayaan intelektual bersama.

CEO Studio S, Hong Sung-Chang, yang hadir mewakili Presiden SBS Bang Moon-shin dalam acara penandatanganan tersebut, menegaskan komitmen dan alasan di balik langkah ekspansi strategis grup SBS di Indonesia.

“Investasi strategis SBS di MD Entertainment tahun lalu didorong oleh keyakinan kuat kami terhadap potensi pertumbuhan pasar konten Asia Tenggara, kapabilitas bisnis MD Entertainment, serta sinergi yang dapat diciptakan oleh kedua perusahaan,” kata Hong Sung-Chang.

Ia menekankan nilai strategis dari kesepakatan bisnis teranyar yang ditandatangani oleh kedua entitas media tersebut.

“MOU ini menjadi titik awal penting untuk mewujudkan investasi strategis tahun lalu menjadi hasil bisnis yang nyata dan membangun pertumbuhan jangka panjang,” tutur Hong Sung-Chang.

Direktur Utama MD Entertainment, Manoj Punjabi, menyambut baik perluasan kolaborasi operasional dengan mitra globalnya tersebut.

“Kami menggabungkan apa yang terbaik dari masing-masing pihak: konten kelas dunia milik SBS, dan kekuatan MD Entertainment di pasar Indonesia,” ujar Manoj Punjabi.

Manoj menggarisbawahi transformasi kemitraan ini dari komitmen investasi menjadi langkah aksi nyata yang lebih luas.

“Investasi SBS kepada kami tahun lalu mencerminkan keyakinan yang nyata terhadap apa yang telah kami bangun, dan MOU ini adalah langkah kami mengubah keyakinan tersebut menjadi aksi nyata bersama, menandai dimulainya kemitraan yang kami harapkan dapat tumbuh jauh melampaui Asia Tenggara,” kata Manoj.

Langkah ekspansi ini dinilai sangat strategis mengingat Indonesia memiliki basis populasi besar sekitar 280 juta jiwa dengan tingkat permintaan terhadap konten lokal yang terus melonjak tinggi.

Di saat bersamaan, pesatnya pertumbuhan pasar media digital dan platform Over-The-Topmenjadikan Indonesia sebagai basis operasi yang sangat menjanjikan bagi perusahaan konten global untuk memperkuat cengkeraman bisnisnya di Asia Tenggara.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.