IEEFA Ungkap Jurang antara Target PLTS 100 GWp dan Rencana Listrik IndonesiaWamenkeu Beberkan Fungsi APBN 2027 Rp4.106 Triliun, Penerimaan Digeber lewat Pajak
Kebijakan tersebut diperkirakan mencakup perluasan penggunaan diesel merah yang bebas pajak serta perubahan pajak lainnya untuk menekan biaya bahan bakar. Namun, detail kebijakannya masih dalam pembahasan dan masih dapat berubah.
Larangan Ekspor Diesel Batal
Salah satu bagian penting dari kesepakatan G7 adalah komitmen negara-negara anggotanya untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor produk energi di antara sesama anggota.
Langkah ini sekaligus berpotensi mengurangi tekanan terhadap pemerintahan Trump untuk benar-benar melarang ekspor diesel dari Amerika Serikat.
Namun, analis Energy Aspects melihat kesepakatan tersebut dengan kacamata yang lebih politis.
“Ini merupakan pernyataan politik, bukan komitmen spesifik dan mengikat, dengan angka utama yang besar tersebut dimaksudkan untuk membujuk Presiden Trump agar tidak memberlakukan larangan ekspor diesel,” tulis analis Energy Aspects dalam sebuah catatan.
Eropa sendiri memang semakin banyak mengimpor diesel dari Amerika Serikat sepanjang tahun ini.
Perang Iran mengganggu pasokan dari produsen-produsen di kawasan Teluk sehingga Amerika menjadi salah satu sumber pasokan yang semakin penting bagi Eropa.
Pemerintah negara-negara Uni Eropa pada Jumat juga membahas proposal Prancis untuk melepaskan 50 juta barel diesel dari cadangan Eropa. Di saat bersamaan, anggota IEA diusulkan melepaskan 50 juta barel minyak mentah.
Data Eurostat menunjukkan, pelepasan 50 juta barel diesel tersebut setara sekitar 17 persen dari total cadangan darurat diesel dan gasoil Uni Eropa. Jika dibandingkan dengan konsumsi tahunan blok tersebut, jumlahnya sekitar 3 persen.
Pasar langsung merespons kabar pelepasan cadangan tersebut. Kontrak berjangka diesel Amerika Serikat turun 3,25 persen menjadi USD4,49 per galon atau sekitar Rp80.371 per galon.
Sementara itu, kontrak berjangka diesel Eropa sebagai acuan turun sekitar USD83 per metrik ton atau sekitar Rp1,49 juta. Penurunannya mencapai 5,75 persen berdasarkan data LSEG.
Buat sementara, perang harga bahan bakar itu tampaknya punya satu resep bersama. Ketika harga naik, cadangan strategis dibuka.
Ketika pasar mulai panik, ekspor jangan ditutup. Dan ketika pemilu sudah di depan mata, harga di pompa bensin mendadak menjadi urusan politik yang sangat serius.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.