Nasdaq Composite menjadi indeks dengan kenaikan terbesar setelah kinerja dan proyeksi pendapatan Nvidia kembali memperkuat sentimen terhadap prospek industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence
Nasdaq Composite melonjak 411,16 poin atau 1,57 persen menjadi 26.541,35. Sementara itu, S&P 500 naik 55,29 poin atau 0,72 persen ke level 7.730,99.
Dow Jones Industrial Average bertambah 105,56 poin atau 0,20 persen menjadi 53.569,44.
Kenaikan Wall Street terutama ditopang saham teknologi dan semikonduktor. Saham Nvidia melambung 8,74 persen setelah perusahaan menyampaikan proyeksi pendapatan yang kuat dan memenuhi ekspektasi investor yang tinggi.
Proyeksi tersebut kembali menunjukkan kuatnya permintaan terhadap produk yang berkaitan dengan pengembangan AI.
Morgan Stanley mencatat Nvidia memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sekitar 70 persen tahun depan, jauh di atas estimasi Morgan Stanley sebesar 52 persen dan konsensus analis sekitar 40 persen.
Kenaikan Nvidia kemudian merambat ke saham-saham perusahaan semikonduktor lainnya.
Indeks semikonduktor Amerika Serikat naik 2,3 persen, sedangkan sektor teknologi informasi dalam S&P 500 melonjak 3,4 persen dan menjadi sektor dengan penguatan terbesar dari 11 sektor utama.
Meski demikian, Nvidia juga memberikan catatan terhadap prospek industri. Perusahaan memperingatkan bahwa keterbatasan komponen memori dapat menjadi salah satu faktor yang membatasi laju pertumbuhan industri semikonduktor.
Gerak S&P 500 Ditopang Dua Saham ini
Pergerakan saham teknologi tidak hanya berasal dari perusahaan chip. Salesforce mencatat kenaikan 22,58 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan.
Perusahaan tersebut juga meluncurkan plug-in baru yang terintegrasi dengan model AI Claude milik Anthropic.
CrowdStrike menjadi saham dengan kenaikan terbesar kedua di S&P 500, setelah melonjak 20,52 persen. Perusahaan keamanan siber tersebut menaikkan proyeksi pendapatan tahunan dan mencatat laba kuartal kedua di atas estimasi analis.
Kinerja Salesforce dan CrowdStrike turut mendorong saham perangkat lunak lainnya. ServiceNow dan Palo Alto Networks juga mencatat kenaikan.
Pergerakan ini membuat penguatan sektor teknologi menjadi lebih luas, tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan semikonduktor.
Di jajaran saham Dow Jones, Salesforce menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 22,58 persen, disusul Nvidia yang naik 8,74 persen dan International Business Machines sebesar 3,88 persen.
McDonald’s dan Walt Disney Anjlok
Sementara itu, sejumlah saham justru mengalami tekanan. McDonald’s dan Walt Disney masing-masing turun 2,57 persen, sedangkan Merck & Company melemah 2,33 persen.
Pada indeks S&P 500, Hormel Foods menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 10,27 persen.
Tapestry turun 5,38 persen, sedangkan Moderna terkoreksi 4,60 persen setelah mengumumkan rencana penerbitan obligasi konversi senilai USD2 miliar.
HP juga melemah hampir 3 persen setelah melaporkan penurunan pengiriman dan margin unit komputer pribadi pada kuartal ketiga.
Di Nasdaq, pergerakan saham individual lebih ekstrem. Celularity menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 138,53 persen, diikuti Propanc Biopharma yang melesat 106,54 persen dan Stablecoinx yang naik 34,95 persen.
Sebaliknya, Kaixin Auto Holdings anjlok 71,26 persen. Brenx turun 38,14 persen, sedangkan Wetour Robotics melemah 33,45 persen.
Penguatan indeks utama Wall Street juga terjadi di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya merata. Di NYSE, jumlah saham yang turun sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang naik dengan rasio 1,02 banding 1.
Sebanyak 192 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu, sementara 82 saham mencatat level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 2.570 saham menguat dan 2.325 saham melemah. Rasio saham naik terhadap saham turun mencapai 1,11 banding 1.
Nasdaq Composite mencatat 73 saham pada level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 85 saham pada level terendah baru.
Sentimen Makro yang Mempengaruhi Gejolak Wall Street
Pergerakan pasar juga dipengaruhi perkembangan harga minyak.
Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari USD2 per barel setelah laporan mengenai sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap nota kesepahaman dengan Iran yang dicapai pada Juni.
Setelah laporan Nvidia menjadi perhatian utama pasar, fokus investor berikutnya beralih ke kebijakan moneter Amerika Serikat.
Investor menunggu pidato pertama Chairman Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumatwaktu setempat.
Pidato tersebut menjadi perhatian karena pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed, terutama setelah data Personal Consumption Expendituresyang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya meningkatkan ketidakpastian terhadap prospek inflasi.
Dua pejabat The Fed juga kembali menyampaikan kekhawatiran terhadap prospek inflasi dan menegaskan pandangan mengenai perlunya kenaikan suku bunga untuk meredam tekanan harga.
Di sisi lain, pasar tenaga kerja Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan. Jumlah warga yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya turun untuk pekan kedua berturut-turut.
Total klaim juga berada pada level terendah dalam satu bulan.
Dengan demikian, Wall Street menutup perdagangan Kamis dengan penguatan yang terutama ditopang saham teknologi. Nvidia menjadi katalis utama setelah proyeksi pendapatannya kembali menunjukkan tingginya permintaan terkait AI.
Perhatian pasar selanjutnya beralih kepada pernyataan Kevin Warsh mengenai inflasi dan arah suku bunga The Fed.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.