Penguatan tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Koordinasi Dewan Pengarah INSW I Tahun 2026 yang berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta pada Selasa, 8 September 2026.
Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Menteri KoordinatorBidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso serta perwakilan 16 kementerian/lembaga anggota Dewan Pengarah INSW.
Salah satu agenda utama yang dibahas ialah Indonesia Single Risk Managementsebagai sebuah sistem yang dirancang untuk menyatukan informasi dan penilaian risiko pelaku usaha.
ISRM selama ini digunakan dalam proses perizinan dan pengawasan di kementerian/lembaga
Koordinator Harian Strategi Nasional Pencegahan Korupsisekaligus Direktur Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Herda Helmijaya mengatakan, upaya tersebut dinilai akan menghasilkan satu profil pelaku usaha yang dapat digunakan bersama oleh K/L.
“Tujuannya mempercepat lalu lintas keluar masuk barang ekspor dan impor,” sebutnya dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 9 September 2026
Sejauh ini, tujuh K/L terhitung aktif menerapkan ISRM. Kini pemerintah mendorong seluruh K/L terkait menggunakan profil risiko yang sama agar perlakuan terhadap pelaku usaha lebih terintegrasi.
“Kami mohon agar keseluruhan kementerian/lembaga bisa menerapkan ISRM menjadi profil risiko yang digunakan kementerian/lembaga,” ucap Susiwijono.
Lebih lanjut, penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari pengembangan Sistem Indonesia National Single WindowLayanan digital ini kini menangani proses perdagangan lintas negara serta pergerakan barang di dalam negeri.
Kepala Lembaga National Single WindowOza Olavia menyampaikan, sejumlah layanan telah mencatat perkembangan. Sistem Nasional Neraca Komoditas kini mencakup delapan komoditas pangan dan 13 komoditas migas.
Sementara itu, Sistem Single SubmissionPerizinan telah menerbitkan 36.022 izin hingga 31 Agustus 2026.
SSm Pabean Karantina juga telah diterapkan di 23 pelabuhan dengan klaim tingkat utilisasi mencapai 100 persen. Adapun SSm Ekspor sudah diterapkan di 41 pelabuhan dan 21 bandara.
Pada sektor logistik, integrasi layanan pengangkutan barang telah diwajibkan di 46 pelabuhan dan terhubung dengan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajakmelalui single billing.
Integrasi SSm Pengangkut dengan Pemberitahuan Antarpulau Barangjuga meningkatkan jumlah pelaporan. Hingga Agustus 2026, dokumen PAB tercatat mencapai 74.091, atau mengalami lonjakan dari 28.790 dokumen pada 2025.
Selanjutnya, pemerintah juga memperluas INSW untuk mendukung pengawasan tata niaga melalui SIMBARA serta integrasi layanan di Kawasan Ekonomi Khusus
Di tingkat internasional, INSW mulai dikembangkan melalui kerja sama single window dengan negara mitra, termasuk pertukaran data Surat Keterangan Asaldan sertifikat Tariff Rate Quotadengan Australia.
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas dukungan INSW terhadap pelaksanaan Peraturan PemerintahNomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam Strategis.
Sementara LNSW telah menandatangani kerja sama dengan PT Danantara Sumber Daya Indonesiauntuk pemanfaatan data dan informasi dalam mendukung tata kelola ekspor komoditas SDA strategis.
Selain itu, pemerintah menempatkan penguatan sistem logistik nasional sebagai agenda strategis.
Lewat Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 16 Juli 2026, pemerintah mengatur penguatan logistik nasional melalui peningkatan konektivitas, layanan backbone, digitalisasi layanan, serta penguatan sumber daya manusia dan penyedia jasa logistik.
Susiwijono menyatakan, pihaknya meminta agar layanan digital yang sudah dibangun ini dapat mendukung efisiensi logistik, serta dapat dimandatorikan oleh K/L terkait. Sehingga penerapannya tidak berjalan secara parsial.
Bukan cuma itu, rapat tersebut juga mengevaluasi sejumlah tindak lanjut dari rapat Dewan Pengarah INSW 2025.
Pemerintah memastikan, perluasan implementasi komoditas SIMBARA (Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara) terus dilakukan.
Sementara penyesuaian regulasi perizinan berbasis risiko, integrasi kepabeanan ekspor dengan penerbitan SKA elektronik, serta mekanisme Strategic Trade Managementmasih dalam proses koordinasi.
Susiwijono berharap, penguatan koordinasi antarkementerian dan lembaga menjadi kunci agar integrasi INSW dapat berjalan lebih luas.
“Mudah-mudahan semuanya dapat kita laksanakan dan akan bermanfaat besar untuk perekonomian kita,” tutupnya.
Ekspor Batu Bara Satu Pintu, ITMG Masih Tunggu Mekanisme DSI
PT Indo Tambangraya Megah Tbkmasih memantau perkembangan rencana pemerintah soal pengelolaan ekspor batu bara melalui skema satu pintu yang melibatkan Danantara Sumberdaya Indonesia
Direktur Utama ITMG, Mulianto, mengatakan perseroan saat ini masih mencermati perkembangan kebijakan tersebut, termasuk prosedur dan mekanisme yang nantinya akan diterapkan.
“Tentu saja saat ini perusahaan masih memantau perkembangan rencana pemerintah terkait pengelolaan ekspor batu bara satu pintu melalui DSI, termasuk di dalamnya prosedur dan mekanisme,” ujar Mulianto dalam konferensi pers Public Ekspose daring ITMG, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Mulianto, ITMG pada prinsipnya berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah.
Namun, perseroan masih melihat perkembangan mekanisme implementasi kebijakan tersebut sebelum memberikan gambaran lebih jauh mengenai dampaknya terhadap kegiatan ekspor perseroan.
“Pada prinsipnya, perusahaan akan senantiasa berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan negara, sekaligus juga memperkuat daya saing industri batu bara nasional,” katanya.
Kebijakan ekspor satu pintu tersebut menjadi salah satu isu yang diperhatikan ITMG karena perseroan memiliki pasar ekspor yang cukup besar.
Berdasarkan paparan publik ITMG, penjualan batu bara perseroan pada semester I 2026 mencapai 12,3 juta ton. China menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 28 persen, diikuti Indonesia sebesar 27 persen dan Jepang 19 persen.
Selanjutnya, Filipina menyumbang 9 persen dari penjualan, sementara India dan Thailand masing-masing sebesar 4 persen. Sisanya berasal dari sejumlah pasar lainnya.
Di tengah perkembangan tersebut, kinerja saham ITMG juga masih menunjukkan penguatan dalam beberapa periode terakhir.
Berdasarkan data perdagangan pada Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 11.52 WIB, saham ITMG berada di level Rp26.500 per saham, turun 250 poin atau 0,93 persen.
Saham ITMG sempat menyentuh level tertinggi Rp26.800 dan terendah Rp26.225, dengan volume perdagangan 996.200 saham.
Meski terkoreksi dalam perdagangan hari ini, saham ITMG masih mencatatkan penguatan 1,53 persen dalam sepekan, 5,47 persen dalam sebulan dan 21,14 persen dalam tiga bulan.
Secara year to date, saham ITMG juga menguat 21,14 persen, sedangkan dalam satu tahun terakhir naik 18,97 persen.
Dari sisi fundamental, ITMG membukukan pendapatan sebesar Rp8,824 triliun pada kuartal II 2026, meningkat dibandingkan Rp7,212 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih tercatat Rp944 miliar , lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp455 miliar pada kuartal II 2025.
Pada kuartal II 2026, laba kotor ITMG tercatat Rp2,171 triliun, sementara laba usaha mencapai Rp1,157 triliun. Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar Rp1,766,76 miliar pada periode tersebut.
Dengan komposisi tersebut, kebijakan terkait tata kelola ekspor menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan perseroan dalam menjalankan strategi penjualan batu bara pada paruh kedua 2026.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.