Penyaluran tersebut menjangkau 44.480 penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia melalui program sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi.
Dari total dana yang disalurkan, Rp8,3 miliar berasal dari dana zakat, sedangkan Rp3,8 miliar merupakan dana kebajikan.
Program tersebut mencakup bantuan infrastruktur dan fasilitas, sosial lainnya, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, serta kebencanaan dan kemanusiaan.
Berdasarkan kelompok penerima zakat atau asnaf, penerima manfaat paling banyak berasal dari golongan fisabilillah sebanyak 29.935 orang. Selanjutnya, 14.373 penerima berasal dari golongan miskin dan 172 penerima merupakan mualaf.
Direktur Permata Bank Unit Usaha Syariah, Rudy Basyir Ahmad, mengatakan penyaluran dana tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, bukan hanya berdasarkan besaran dana yang diberikan.
“Bagi kami, penyaluran zakat dan dana kebajikan bukan semata tentang besaran dana, tetapi sejauh mana manfaatnya dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Di balik setiap program ada keluarga, pelajar, pasien, petani, dan pelaku usaha yang membutuhkan akses dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut Rudy, UPZDK Permata Bank Syariah juga berupaya memastikan setiap program memiliki sasaran yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga penguatan infrastruktur serta pemberdayaan ekonomi.
“Karena itu, melalui UPZDK Permata Bank Syariah, kami berupaya memastikan penyaluran dilakukan melalui program yang relevan dan tepat sasaran, mulai dari membuka akses pendidikan dan kesehatan, memperkuat infrastruktur dasar, hingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kami ingin setiap program tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” lanjut Rudy.
Perbaikan Infrastruktur Buka Akses Masyarakat
Salah satu bentuk penyaluran dana dilakukan melalui Program Infrastruktur dan Fasilitas.
Program ini menyasar wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dasar yang dapat memengaruhi mobilitas masyarakat serta akses menuju sekolah, tempat kerja, fasilitas kesehatan, dan kegiatan ekonomi.
UPZDK Permata Bank Syariah mendukung perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk Jembatan Cisarakan dan Jembatan Cibaregbeg serta Madrasah Mathlaul Anwar di Lebak, Banten.
Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keamanan akses sekaligus membantu aktivitas masyarakat di sekitar fasilitas tersebut.
Program lain dijalankan melalui sektor kesehatan. Bantuan mencakup layanan preventif, kuratif, hingga dukungan darurat bagi masyarakat kurang mampu.
Sepanjang periode tersebut, program kesehatan antara lain meliputi khitanan massal, pengadaan ambulans, serta dukungan operasional klinik hemodialisis bersama mitra seperti Inisiatif Zakat Indonesia
UPZDK Permata Bank Syariah juga menyalurkan bantuan dalam program kebencanaan dan kemanusiaan. Salah satunya berupa dukungan pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Sumatra.
Melalui Program Rumah Sehat Layak Hunibersama LAZ Al Azhar, bantuan diberikan untuk mendukung penyediaan hunian yang lebih layak bagi keluarga terdampak, termasuk penerima manfaat di Aceh Tamiang.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan rumah layak huni ini. Rumah ini sangat berarti bagi kami dan memberikan tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman bagi keluarga.
Semoga Bank Syariah Permata senantiasa diberikan keberkahan, semakin maju, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ari Yanti, penerima manfaat RUSLI Aceh Tamiang.
Beasiswa hingga Pemberdayaan Ekonomi
Di sektor pendidikan, UPZDK Permata Bank Syariah memberikan dukungan melalui beasiswa anak, beasiswa mahasiswa, serta kegiatan pembinaan keagamaan.
Bantuan juga diberikan kepada penerima manfaat yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Program tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan pendidikan sekaligus memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.
Dukungan tidak berhenti pada bantuan pendidikan. UPZDK Permata Bank Syariah juga mengembangkan program yang diarahkan pada kemandirian ekonomi masyarakat.
Salah satunya melalui Patriot Ketahanan Pangan yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas petani dan penggerak pertanian.
Program tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan usaha sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
Program pemberdayaan lainnya adalah Peternakan Komunal.
Melalui program ini, fasilitas peternakan terstandar diberikan untuk mendukung peningkatan produktivitas ternak domba dan kambing sekaligus memperkuat potensi pendapatan kelompok peternak.
Sementara itu, program Kantin Kontainer menyasar mahasiswa penerima manfaat.
Selain menyediakan fasilitas usaha, program tersebut juga dilengkapi pendampingan agar mahasiswa dapat mengembangkan kegiatan usaha dan memperoleh tambahan pendapatan untuk mendukung kebutuhan pendidikan.
“Selain mendapat bantuan berupa uang, saya juga mendapat skill dan kesempatan langsung untuk bisa berwirausaha karena ke depannya saya juga ingin memiliki bisnis sendiri setelah lulus kuliah.
Kebetulan saya sangat minat dari dulu dan termotivasi dari orang tua yang juga mengajari dalam berbisnis,” ujar Randy Falih Haryando, mahasiswa semester 5 Program Studi Teknik Sistem Energi Institut Teknologi Sumateradan penerima manfaat Kantin Kontainer ITERA Lampung.
Bantuan Sosial Menjangkau Masyarakat
Selain pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, UPZDK Permata Bank Syariah menjalankan program bantuan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya Program Santunan Anak Yatim yang dilaksanakan bersama LAZ Al Azhar.
Dukungan tersebut turut dirasakan oleh Panti An Nur Tangerang Selatan. Pihak panti menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan melalui program tersebut.
“Jazakumullah khairan katsiran. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Permata Bank Syariah dan LAZ Al Azhar kepada kami.
Bantuan ini bukan hanya meringankan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi kami semua.
Semoga Permata Bank Syariah semakin jaya, sukses, dan terus menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang,” ujar Ustadz Fatir, Pimpinan Panti An Nur Tangerang Selatan.
Menjangkau 16 Provinsi
Hingga 31 Agustus 2026, rangkaian program UPZDK Permata Bank Syariah telah menjangkau 16 provinsi di Indonesia.
Berdasarkan wilayah penerima manfaat, sebanyak 24.454 jiwa berada di Jawa Barat, 7.604 jiwa di DKI Jakarta, dan 2.881 jiwa di Jawa Tengah.
Perluasan manfaat tersebut turut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga amil zakat, termasuk LAZNAS IZI.
Kolaborasi dengan mitra menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program dan menghadirkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
GM Kemitraan LAZNAS IZI, Irfan Zidni, mengatakan kerja sama tersebut diarahkan tidak hanya untuk menjalankan program, tetapi juga membangun solusi sosial yang memiliki keberlanjutan.
“Kami memandang kolaborasi antara LAZNAS IZI dengan UPZDK Permata Bank Syariah ialah sebuah kemitraan strategis dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Sinergi ini tidak hanya berorientasi pada dukungan terhadap suatu program, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan solusi sosial yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata,” ujar Irfan Zidni, GM Kemitraan LAZNAS IZI.
Rudy menambahkan, kontribusi melalui UPZDK Permata Bank Syariah diharapkan tidak hanya memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga memperluas kesempatan masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.
“Bagi Permata Bank, kontribusi ini merupakan bagian dari upaya untuk membuka akses dan memperluas peluang bagi masyarakat.
Harapan kami, semakin banyak penerima manfaat yang tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga memiliki bekal dan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri,” tutup Rudy.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.