PLTS Atap dan Ambisi ESG Transmart di 16 Lokasi

Said Iqbal Minta Dedi Mulyadi Tak Coret Usulan UMK dan UMSK Jawa BaratDanantara Pangkas Anak Usaha Adhi Karya, Fokus Jadi Kontraktor

Dari sisi lokasi, kapasitas tersebut merupakan akumulasi instalasi pada sejumlah fasilitas.

Dokumentasi proyek menunjukkan PLTS Atap Transmart Cempaka Putih memiliki kapasitas 745,24 kWp, sedangkan Transmart Kupang tercatat sebesar 416,64 kWp.

Artinya, kapasitas 12,34 MWp bukan berasal dari satu bangunan, melainkan gabungan proyek yang tersebar di berbagai wilayah.

Persoalan berikutnya berkaitan dengan manfaat ekonomi. Trans Mall Group menyebut penggunaan PLTS Atap dapat mengurangi biaya listrik sekitar 8 sampai 10 persen per tahun.

Namun, angka tersebut belum disertai rincian mengenai nilai penghematan dalam rupiah.

Untuk menguji klaim itu, diperlukan data konsumsi listrik setiap lokasi, tarif listrik yang berlaku, produksi listrik aktual, biaya sewa sistem, biaya pemeliharaan, serta durasi kontrak.

Informasi tersebut juga dibutuhkan untuk menghitung penghematan bersih dan periode pengembalian manfaat ekonominya.

Dalam kerja sama dengan Xurya, Trans Mall Group menggunakan skema penyediaan PLTS Atap yang memungkinkan pelanggan memanfaatkan sistem tanpa harus menanggung seluruh investasi awal.

Xurya menyediakan pembiayaan, pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan, sementara pengguna membayar biaya sewa berdasarkan kontrak.

Karena itu, besarnya investasi proyek, nilai sewa tahunan, jangka waktu kerja sama, dan biaya pemeliharaan menjadi komponen penting yang belum terlihat dalam informasi publik.

Tanpa data tersebut, penghematan 8 sampai 10 persen masih sebatas klaim efisiensi biaya listrik, belum dapat dihitung sebagai manfaat finansial bersih.

Hal serupa berlaku pada klaim pengurangan emisi. Trans Mall Group menyatakan proyek tersebut dapat menghindari emisi lebih dari 13.000 ton karbon dioksida per tahun.

Perusahaan juga menyebut angka itu setara dengan penyerapan karbon oleh lebih dari 97.000 pohon.

Akan tetapi, belum tersedia penjelasan terbuka mengenai faktor emisi yang digunakan. Tidak diketahui apakah penghitungan memakai faktor emisi rata-rata jaringan listrik nasional, faktor emisi regional, atau asumsi lain.

Padahal, hasil penghitungan akan berbeda bergantung pada jenis listrik yang digantikan oleh energi surya.

Konversi pengurangan emisi ke jumlah pohon juga membutuhkan keterangan metodologis. Penghitungan semacam itu idealnya menjelaskan jenis pohon, usia atau periode penyerapan karbon, tingkat pertumbuhan, serta formula konversinya.

Kementerian ESDM sendiri memiliki publikasi statistik dan metodologi terkait energi serta faktor emisi.

Namun, dokumen publik yang ditemukan belum menunjukkan formula spesifik yang digunakan Trans Mall Group untuk menghasilkan angka 13.000 ton karbon dioksida dan 97.000 pohon tersebut.

Dari sisi kebijakan, pengembangan PLTS Atap saat ini mengikuti ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024.

Regulasi tersebut mengatur kapasitas pemasangan berdasarkan kuota yang ditetapkan PLN, bukan lagi batas persentase tertentu dari daya listrik pelanggan.

Aturan yang sama juga tidak lagi menerapkan mekanisme ekspor-impor listrik dari pelanggan PLTS Atap ke jaringan PLN.

Dengan demikian, proyek Trans Mall Group memperlihatkan meningkatnya penggunaan energi surya oleh sektor ritel. Namun, ukuran keberhasilannya tidak cukup hanya dilihat dari kapasitas panel yang terpasang.

Publik juga perlu mengetahui berapa listrik yang benar-benar dihasilkan, berapa biaya yang berhasil ditekan setelah dikurangi biaya sewa, serta bagaimana klaim pengurangan emisi dihitung dan diverifikasi.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.