Rebound ke Level 6.320 di Pembukaan, Mampukah IHSG Pertahankan Tren Hijau?

Setelah sebelumnya sempat mengalami koreksi hingga menembus garis rata-rata bergerak 60 hari atau MA60, indeks acuan bursa domestik ini berhasil bergerak merangkak naik dan rebound ke zona hijau pada pembukaan pasar pagi ini.

Berdasarkan data perdagangan bursa pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat menguat sebesar 21,62 poin atau naik 0,34 persen menuju level 6.320,23.

Penguatan IHSG di awal sesi pertama ini ditopang oleh pergerakan seluruh sektor saham yang kompak menghijau.

Sektor barang konsumen non-primer atau cyclicals memimpin kenaikan tertinggi dengan melesat 1,36 persen, disusul oleh sektor teknologi yang menguat 0,85 persen.

Sektor transportasi juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 0,54 persen, sektor energi menguat 0,53 persen, dan sektor barang baku atau basic industry menanjak 0,34 persen.

Selanjutnya, sektor kesehatan turut menguat 0,29 persen, sektor keuangan naik 0,23 persen, sektor perindustrian naik 0,23 persen, sektor properti terangkat 0,11 persen, sektor barang konsumen primer atau non-cyclical menguat 0,09 persen, serta sektor infrastruktur yang melaju tipis 0,08 persen.

Di tengah penguatan indeks secara keseluruhan, sejumlah saham melesat tajam dan masuk dalam jajaran top gainer perdagangan pagi ini.

Saham PT Guna Timur Raya Tbk dengan kode emiten TRUK dari sektor transportasi melonjak paling tinggi sebesar 24,64 persen ke level 2.580.

Disusul oleh saham PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk dengan kode emiten BIPP dari sektor properti yang melejit 17,24 persen ke posisi 102.

Kemudian saham PT MPX Logistics International Tbk berkode emiten MPXL dari sektor transportasi melonjak 15,58 persen ke harga 230.

Saham emiten media PT Fortune Indonesia Tbk berkode FORU menguat 10,20 persen menjadi 324, serta emiten sektor industri plastik PT Primadaya Plastisindo Tbk berkode PDPP melesat 8,97 persen hingga menyentuh harga 340.

Namun demikian, ada pula saham-saham yang mengalami tekanan jual hingga masuk jajaran top loser. Saham emiten sektor konsumer PT Wahana Inti Makmur Tbk berkode NASI merosot paling dalam sebesar 10,26 persen ke harga 210.

Saham emiten transportasi PT Steady Safe Tbk dengan kode SAFE merosot 8,22 persen ke posisi 670.

Selanjutnya, dua saham emiten dari MNC Group juga terperosok. Saham media PT MNC Sky Vision Tbk berkode MSKY anjlok 8,06 persen ke level 57 dan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk berkode MSIN melemah 7,28 persen ke posisi 191.

Sementara itu, saham emiten perkebunan kelapa sawit PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk berkode UNSP tergerus 6,25 persen ke posisi 300.

IHSG Diprediksi Masih Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungankembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. IHSG ditutup melemah 1,20 persen atau 76,31 poin ke level 6.298,61, setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 1,56 persen.

Tekanan jual terlihat cukup luas. Sebanyak 462 saham berakhir melemah, sementara hanya 118 saham menguat dan 144 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp11,23 triliun dengan volume perdagangan sekitar 29,31 miliar saham.

Seluruh sektor saham domestik berakhir di zona merah. Sektor industri dan barang baku menjadi kelompok dengan tekanan terbesar, masing-masing turun 2,17 persen dan 2,09 persen.

Sektor lainnya, termasuk keuangan, teknologi, kesehatan, properti, infrastruktur dan barang konsumsi siklikal, juga mengalami koreksi.

Pergerakan IHSG berlangsung ketika pasar global kembali menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury.

Phintraco Sekuritas mencatat penguatan harga minyak dan kenaikan yield Treasury menjadi sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

Kondisi eksternal tersebut juga berlangsung bersamaan dengan pelemahan rupiah. Rupiah pasar spot pada Kamis turun 0,55 persen ke Rp17.916 per dolar AS.

Kombinasi pelemahan nilai tukar, harga energi yang tinggi dan kenaikan yield global menjadi faktor yang perlu diperhatikan pasar saham Indonesia.

Secara teknikal, koreksi IHSG pada Kamis membawa indeks menembus MA60. Berdasarkan analisis teknikal yang dikutip dalam riset pasar, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguji area 6.208-6.258. Area penguatan terdekat berada pada 6.322-6.344.

Phintraco Sekuritas juga memperkirakan IHSG kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat, 25 September. Sekuritas tersebut menempatkan level 6.300 sebagai pivot dengan resistance 6.400 dan support 6.200.

Dalam pembaruan teknikalnya, Phintraco menyebut IHSG berpotensi menguji area 6.186-6.200 apabila tekanan berlanjut.

Dengan posisi penutupan di 6.298,61, area 6.300 menjadi titik yang diperhatikan karena berada sangat dekat dengan penutupan IHSG. Sementara itu, level 6.200 menjadi support yang lebih rendah dalam proyeksi perdagangan jangka pendek.

Di tengah kondisi indeks yang masih volatil, sejumlah saham tetap masuk radar perdagangan berdasarkan analisis teknikal sekuritas.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.