IPCM Cuma Cetak Laba Rp22 Miliar di Kuartal II 2026, Begini Kinerja Semester I
Koreksi terbesar terjadi sehari setelah RUPSLB perseroan pada 23 September.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham mengangkat Dwi Rahmad Toto sebagai Direktur Utama menggantikan Shanti Puruhita dan menunjuk I Wayan Wirawan sebagai Direktur Armada dan Operasi.
Menariknya, pada 23 September ketika hasil RUPSLB telah diketahui, IPCM justru ditutup stagnan di Rp288. Sehari berikutnya, harga turun ke Rp282 dengan volume sekitar 18,21 ribu dan nilai transaksi Rp515,36 juta.
Data historis juga menunjukkan IPCM bergerak dari Rp288 hingga Rp280 selama perdagangan Kamis sebelum ditutup di Rp282.
Dari sisi teknikal, tekanan jual masih terlihat jelas. Harga Rp282 berada jauh di bawah MA5 sebesar Rp287,6, MA10 Rp289, MA20 Rp292,4, MA50 Rp301,96, MA100 Rp311,16, hingga MA200 Rp324,96.
Seluruh moving average tersebut masih memberikan sinyal jual.
Artinya, secara tren, IPCM belum menunjukkan perubahan arah. Selama harga belum mampu kembali melewati MA5 dan MA20, tekanan jangka pendek masih menjadi karakter utama pergerakan saham.
Indikator momentum juga memperlihatkan kondisi yang lemah. RSI 14 berada di 21,851, Stochastic RSI di 0, Williams %R -90, dan CCI -238,52.
Ketiganya berada pada wilayah yang menunjukkan kondisi jenuh jual atau oversold. Namun, kondisi oversold tidak otomatis berarti harga akan langsung berbalik naik.
MACD berada di -4,603 dengan sinyal jual, sementara ADX 53,685 juga menunjukkan tren yang sedang kuat. ROC tercatat -3,425 dan Bull/Bear Power berada di -11,922.
Kombinasi indikator tersebut memperlihatkan momentum negatif masih dominan.
Bagaimana untuk Perdagangan Hari ini?
Untuk perdagangan Jumat, level pivot klasik berada di Rp287. Support terdekat berada di Rp284, kemudian Rp281 dan Rp278. Sementara resistance berada di Rp290, Rp293, dan Rp296.
Dengan harga penutupan Rp282, posisi IPCM berada tepat di antara support Rp281 dan Rp284. Jika Rp281 bertahan, kondisi oversold dapat membuka ruang terjadinya technical rebound.
Namun, jika Rp281 ditembus, perhatian teknikal berikutnya berada di Rp278. Sebaliknya, pemulihan awal perlu melewati Rp284 dan Rp287 sebelum menguji Rp290.
Ada satu data yang perlu diperhatikan. Pada Kamis, IPCM mencatat net foreign buy sekitar Rp85,33 juta, dengan foreign buy Rp87,09 juta dan foreign sell Rp1,76 juta.
Artinya, tekanan harga pada hari tersebut berlangsung bersamaan dengan transaksi asing bersih beli. Data ini belum cukup untuk menyimpulkan perubahan tren, tetapi menjadi variabel yang dapat dipantau pada perdagangan berikutnya.
Dengan demikian, konfigurasi IPCM untuk Jumat masih menunjukkan tekanan jual dari sisi tren, sementara indikator momentum telah masuk area oversold.
Pergerakan di Rp281-Rp284 menjadi area penting untuk melihat apakah tekanan berlanjut atau muncul respons beli.
Kemampuan harga kembali ke atas Rp287 kemudian Rp290 akan menjadi konfirmasi teknikal berikutnya.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.