Saham TINS Tembus Rp4.420, Bisa Lanjut Naik?

Timah Mahal, Laba TINS Melejit: Sahamnya Kok Masih Kalem?Bertahan di Atas Support, Begini Arah Pergerakan Saham TINS Selanjutnya

Sementara berdasarkan Fibonacci, level R1 berada di Rp4.424, R2 Rp4.442 dan R3 Rp4.473.

Artinya, posisi penutupan Rp4.420 sudah sangat dekat dengan resistance pertama.

Ini membuat perdagangan awal pekan menjadi penting.

Jika TINS mampu menembus dan bertahan di atas Rp4.446–Rp4.473 dengan volume besar, maka target berikutnya berada di sekitar Rp4.526.

Setelah Rp4.526 ditembus, perhatian berikutnya dapat diarahkan ke area Rp4.600, sebelum menguji kembali level psikologis dan historis Rp4.720, yang dalam data 52 minggu terakhir menjadi level tertinggi.

Sebaliknya, jika gagal menembus resistance dan terjadi aksi ambil untung, area Rp4.400 menjadi support psikologis awal.

Pivot Fibonacci dan Camarilla menunjukkan support berada di sekitar Rp4.405–Rp4.413, sementara pivot klasik berada di Rp4.393.

Jika tekanan jual semakin besar, support berikutnya berada di sekitar Rp4.366, kemudian Rp4.313 dan Rp4.286.

Fundamental Memberikan Penopang

Kenaikan harga TINS juga memiliki latar belakang fundamental yang cukup kuat.

Pada semester I-2026, TINS membukukan pendapatan Rp10,42 triliun, naik sekitar 247 persen dibandingkan Rp4,22 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Laba bersih melonjak menjadi Rp2,71 triliun, dari sekitar Rp300 miliar. Capaian tersebut bahkan sudah mencapai sekitar 169 persen dari target laba bersih 2026 sebesar Rp1,61 triliun.

Dari sisi operasi, produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, naik sekitar 75 persen secara tahunan.

Produksi logam timah mencapai 10.865 ton, sedangkan penjualan logam timah mencapai 10.984 ton, meningkat sekitar 85 persen dibandingkan semester I-2025.

Kondisi pasar global juga menjadi pendukung. TINS mencatat harga rata-rata timah LME pada semester I-2026 sebesar sekitar USD50.319 per ton, naik 56,68 persen secara tahunan.

Namun, persediaan timah di gudang LME juga meningkat, sehingga kondisi pasokan perlu tetap diperhatikan.

Artinya, kenaikan saham TINS saat ini memiliki dukungan dari dua sisi, yaitu momentum harga komoditas dan perbaikan kinerja perusahaan.

Bagaimana Potensi TINS Pekan Depan?

Jika menggabungkan orderbook, historical price, volume, foreign flow dan indikator teknikal, TINS memiliki peluang untuk melanjutkan momentum kenaikan pada pekan depan.

Namun, area Rp4.420–Rp4.526 akan menjadi zona penting.

Skenario bullish terjadi apabila TINS mampu melewati Rp4.446 kemudian Rp4.473 dengan volume yang tetap tinggi. Jika Rp4.526 berhasil ditembus, ruang menuju Rp4.600 dan Rp4.720 menjadi lebih terbuka.

Sebaliknya, apabila harga gagal melewati Rp4.446–Rp4.473 dan volume jual meningkat, saham berpotensi mengalami profit taking menuju Rp4.400–Rp4.393.

Penurunan di bawah Rp4.366 akan membuat momentum jangka pendek mulai kehilangan kekuatan dan membuka ruang menuju Rp4.313.

Dengan demikian, TINS masih berada dalam tren bullish, tetapi bukan lagi berada pada fase awal kenaikan. Harga sudah naik 9,41% dalam sepekan dan indikator momentum mulai menunjukkan overbought.

Bagi trader, konfirmasi breakout di atas resistance menjadi lebih penting daripada sekadar mengejar kenaikan setelah lonjakan 8,07 persen.

Sementara bagi investor yang sudah memiliki saham, area support dapat menjadi acuan untuk mengamati apakah momentum bullish masih terjaga.

Kesimpulannya, TINS memiliki kombinasi momentum teknikal, volume dan foreign net buy yang positif. Namun, area Rp4.446–Rp4.526 merupakan ujian penting.

Selama harga mampu bertahan di atas Rp4.400 dan tekanan beli tetap dominan, peluang melanjutkan tren naik masih terbuka. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance disertai volume jual besar berpotensi memicu konsolidasi atau profit taking.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.