Sempat Anjlok, IHSG Ditutup Melemah Tipis Usai Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu

Momen ini bertepatan dengan agenda pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru oleh Presiden Prabowo Subianto

Pergerakan IHSG berlangsung relatif volatil dengan rentang fluktuasi yang cukup lebar sepanjang hari. Dibuka pada posisi 6.533, indeks sempat menguat hingga menyentuh level puncak harian di 6,550.

IHSG sempat turun tajam hingga menguji level terendah di posisi 6.371. Namun jelang penutupan atau tepatnya pukul 15:00 WIB, indeks menanjak hingga ditutup di level 6.534

Secara sektoral, pelemahan IHSG didorong oleh penurunan pada sebagian besar sektor saham.

Sektor kesehatan mengalami koreksi terdalam mencapai 2,95 persen, diikuti sektor energi yang melorot 1,65 persen, serta sektor infrastruktur yang terkikis 1,45 persen.

Pelemahan juga terjadi pada sektor industri dasar sebesar 1,41 persen dan sektor barang konsumen siklikal  sebesar 1,19 persen.

Di sisi lain, penahanan laju koreksi IHSG ditopang oleh penguatan sektor keuangan yang tumbuh 0,55 persen. Selain sektor keuangan, sektor industri juga berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,45 persen.

Dilantik Jadi Menkeu

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuanganmenggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Adapun pelantikan Suahasil dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.

Kepastian ini tertuang dalam Keputusan Presiden 97 P Tahun 2026 Pemberhentian dan Pengangkatan Kabinet Merah Putih di sisa masa jabatan 2024-2029.

Sebelum ditunjuk sebagai Menkeu, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih setelah dilantik pada 21 Oktober 2024. Ia berperan membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan.

Karier Dimulai Sebagai Dosen

Mengutip situs resmi Kementerian Keuangan, perjalanan karier Suahasil dimulai sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999, hingga kemudian meraih gelar Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi pada tahun 2009.

Di lingkungan akademik, ia pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Kepala Lembaga Demografi, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi

Keterlibatannya dalam kebijakan publik semakin luas melalui perannya sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal, Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah, Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, serta Anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional

Karier Suahasil di Kementerian Keuangan kian signifikan ketika ditugaskan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif pada 31 Oktober 2016.

Pada 25 Oktober 2019, ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju, mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.

Suahasil meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada tahun 1994. Ia kemudian melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Sciencepada tahun 1997.

Selanjutnya, ia menyelesaikan program doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign dan meraih gelar Doctor of Philosophydi bidang ekonomi pada tahun 2003, yang semakin memperkuat kapasitasnya dalam bidang akademik dan kebijakan ekonomi.

Kekayaan Suahasil

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negaraperiode 2025 yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsipada 27 Februari 2026, Suahasil Nazara membukukan total kekayaan bersih mencapai Rp138,16 miliar

Angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh nilai aset yang dimilikinya setelah dikurangi kewajiban utang senilai Rp33,99 jutaKomponen aset terbesar milik pejabat eksekutif di Kementerian Keuangan ini didominasi oleh portofolio surat berharga dengan nilai penetapan mencapai Rp66,87 miliar

Aset berupa surat berharga tersebut mencakup hampir setengah dari keseluruhan total nilai kekayaan yang dilaporkan dalam sistem e-LHKPN KPK dengan status verifikasi administratif lengkap.

Selain investasi pada surat berharga, aset tak bergerak berupa tanah dan bangunan menyumbang nilai signifikansi kedua terbesar, yakni sebesar Rp49,85 miliar

Aset properti ini terdiri dari delapan unit tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, hingga Kota Depok, di mana seluruh perolehannya tercatat atas hasil sendiri.

Aset tanah dan bangunan bernilai tertinggi milik Suahasil berlokasi di Jakarta Selatan, berupa tanah dan bangunan seluas 541 m²/250 m² yang ditaksir mencapai Rp28 miliar.

Selain itu, ia menguasai lahan tanah dan bangunan seluas 505 m²/200 m² di Jakarta Selatan senilai Rp5,7 miliar, tanah dan bangunan seluas 547 m²/374 m² senilai Rp4,37 miliar, serta bidang tanah seluas 532 m² di Jakarta Selatan senilai Rp3,96 miliar.

Di wilayah Depok, properti tanah seluas 1.980 m² yang dimilikinya memiliki nilai senilai Rp4,96 miliar.

Sementara untuk hunian vertikal di Jakarta Pusat, tercatat kepemilikan dua unit bangunan masing-masing senilai Rp537,64 juta dan Rp817,6 juta, disusul satu unit bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp1,5 miliar.

Untuk kepemilikan alat transportasi dan mesin, total nilai garasi yang dilaporkan mencapai Rp1,22 miliar

Koleksi kendaraan roda empat tersebut meliputi empat unit mobil hasil sendiri, yakni Toyota Alphard tahun 2019 senilai Rp518 juta, Honda HRV tahun 2022 senilai Rp330 juta, Honda Jazz Sedan tahun 2019 senilai Rp220 juta, dan Toyota Camry Sedan tahun 2013 senilai Rp160 juta.

Adapun untuk instrumen aset lancar dan kekayaan bergerak lainnya, Suahasil mencatatkan alokasi harta bergerak lainnya senilai Rp9,07 miliar

Pos kas dan setara kas yang dikuasainya berada di angka Rp6,03 miliar, serta kategori harta lainnya tercatat sebesar Rp5,12 miliar

Secara keseluruhan, subtotal nilai harta kekayaan yang dimiliki Suahasil sebelum dikurangi utang menyentuh angka Rp138,20 miliarBeban kewajiban utang yang tercatat hanya sebesar Rp33,99 juta, sehingga menempatkan posisi bersih nilai kekayaannya di level Rp138,16 miliar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.