IHSG Hari ini Diproyeksi Kembali Menguat, Level 6.013 Jadi PenentuInflasi AS Jinak, Wall Street Naik Tipis tapi Bunga The Fed Masih Jadi Hantu
Dalam penyesuaian tersebut, terdapat empat efek yang resmi dikeluarkan dari daftar margin, yakni PT Bank Victoria International Tbk., PT RMK Energy Tbk., PT Soechi Lines Tbk., dan Reksa Dana Premier ETF IDX30
Sebaliknya, BEI menetapkan total 281 efek yang dapat ditransaksikan secara margin sepanjang Februari 2026.
Beberapa saham dan reksa dana pendatang baru dalam daftar tersebut antara lain PT Bali Bintang Sejahtera Tbk., PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk., PT Carsurin Tbk., PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk., PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk., PT Fore Kopi Indonesia Tbk., PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk., PT Gozco Plantations Tbk., PT Jasa Armada Indonesia Tbk., PT Multi Spunindo Jaya Tbk., PT Golden Eagle Energy Tbk., PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk., serta Reksa Dana Syariah Indeks Simas ETF JII
Ketentuan Anggota Bursa dan Aset Jaminan
Fasilitas transaksi margin diatur berdasarkan besaran Modal Kerja Bersih Disesuaikanmasing-masing Anggota Bursa.
Bagi Anggota Bursa dengan nilai MKBD sebesar Rp150 miliar atau lebih, mereka memiliki keleluasaan untuk memfasilitasi transaksi seluruh saham dalam daftar efek margin.
Sementara itu, Anggota Bursa dengan kisaran MKBD Rp50 miliar hingga kurang dari Rp150 miliar yang menggunakan pendanaan mandiri dibatasi hanya pada 44 saham penghuni Indeks LQ45.
Contoh emiten dalam jajaran ini meliputi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Rakyat IndonesiaTbk., PT Bank MandiriTbk., PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk., PT Telkom IndonesiaTbk., dan PT Unilever Indonesia Tbk.
Adapun Anggota Bursa dengan kategori MKBD Rp50 miliar hingga kurang dari Rp150 miliar yang memanfaatkan fasilitas pendanaan dari Lembaga Pendanaan Efek dapat memfasilitasi transaksi saham Indeks LQ45 ditambah 33 saham Indeks IDX80 di luar LQ45.
Deretan saham tersebut antara lain PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk., PT Bank Jago Tbk., PT Bumi Serpong Damai Tbk., PT Tbk., dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Selain saham, BEI menetapkan Surat Berharga Negara yang mencakup Obligasi Negara, Sukuk Negara Ritel, Surat Perbendaharaan Negara, dan Obligasi Ritel Indonesia sebagai instrumen jaminan transaksi margin.
Jaminan ini juga mencakup Obligasi Korporasi yang tercatat di Bursa dengan peringkat sekurang-kurangnya A+ dari emiten seperti PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk., PT Astra Sedaya Finance, PT Bank Negara IndonesiaTbk., PT Bank Rakyat IndonesiaTbk., PT Bank MandiriTbk., PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk., serta PT Barito Pacific Tbk.
Sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian, pertimbangan rasio penilaian, serta pengawasan volatilitas harga, BEI mencatat sebanyak 75 efek yang terdiri dari saham dan ETF secara bertahap dikeluarkan dari daftar fasilitas margin sepanjang periode Maret hingga Oktober 2026.
Puncak pengeluaran efek dari daftar margin terjadi pada kuartal ketiga dan awal kuartal keempat tahun 2026.
Lonjakan terbanyak tercatat pada September 2026 sebanyak 17 efek, disusul Oktober 2026 sebanyak 16 efek, Agustus 2026 sebanyak 14 efek, Mei 2026 sebanyak 12 efek, Maret 2026 sebanyak 7 efek, April 2026 sebanyak 5 efek, dan Juni 2026 sebanyak 4 efek.
Pada evaluasi periode Maret 2026, tujuh efek yang dikeluarkan mencakup PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk., PT Paramita Bangun Sarana Tbk., PT PPTbk., PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., Premier ETF LQ-45, Reksa Dana Indeks KISI IDX Value30 ETF, dan Simas ETF IDX30
Untuk periode April 2026, lima efek terdepak terdiri dari PT Jaya Real Property Tbk., PT Mulia Industrindo Tbk., PT Golden Eagle Energy Tbk., Cipta ETF Index LQ45, dan Simas ETF JII
Pada Mei 2026, dua belas efek tereliminasi meliputi PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk., PT Kelola Mina Laut Tbk., PT Fore Kopi Indonesia Tbk., PT KISI Asset Management, PT Trimegah Bangun Persada Tbk., PT Adaro Minerals Indonesia Tbk., PT PP Presisi Tbk., PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., PT Venteny Fortuna International Tbk., Batavia IDX30 ETF, Reksa Dana ETF Indeks BNI-AM, dan Batavia SRI-KEHATI ETF
Pada Juni 2026, empat efek resmi keluar yaitu PT Megapower Makmur Tbk., PT Perma Plasindo Tbk., Mandiri ETF LQ45, dan Bahana ETF Pefindo I-Grade
Selanjutnya pada Agustus 2026, empat belas efek yang terdepak antara lain PT Bank Amar Indonesia Tbk., PT Allo Bank Indonesia Tbk., PT Chitose Internasional Tbk., PT Cita Mineral Investindo Tbk., PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk., PT Carsurin Tbk., PT Gunanusa Eka Mandiri Tbk., PT Mulia Boga Raya Tbk., PT Sarimelati Kencana Tbk., PT Sinar Bintang Mandiri Tbk., PT Victoria Insurance Tbk., PT Zyrex Mandiri Buana Tbk., Reksa Dana Indeks Pinnacle Indonesia, dan Premier ETF SRI-KEHATI
Pada September 2026, sebanyak tujuh belas efek dikeluarkan yaitu PT Sabana Prediksi Alam Tbk., PT Bali Bintang Sejahtera Tbk., PT Cisadane Sawit Raya Tbk., PT Eastparc Hotel Tbk., PT Fore Kopi Indonesia Tbk., PT GTSI Tbk., PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk., PT Indonesian Tobacco Tbk., PT Mustika Ratu Tbk., PT Panorama Sentrawisata Tbk., PT Sinar Centra Cipta Tbk., PT Semacom Integrated Tbk., PT Sampoerna Agro Tbk., PT Surya Toto Indonesia Tbk., PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., Reksa Dana Premier ETF Indonesia, dan KISI MSCI Indonesia ETF
Terakhir pada Oktober 2026, enam belas efek dipangkas mencakup PT Adhi KaryaTbk., PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk., PT Hasnur Internasional Shipping Tbk., PT Sumber Energy Sentosa Tbk., PT Jakarta International Hotels & Development Tbk., PT Lippo Cikarang Tbk., PT OBM Drilchem Tbk., PT Provident Investama Tbk., PT Perusahaan Gas NegaraTbk., PT Panin Insurance Tbk., PT Ruishang International Tbk., PT Siloam International Hospitals Tbk., PT Buana Artha Anugerah Tbk., PT Trisula International Tbk., PT Untung Bersama Sejahtera Tbk., dan PT Janu Putra Sejahtera Tbk.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.