BTPN Raup Laba Rp1,4 Triliun di Semester I 2026, ini PenopangnyaSMBC Indonesia Ungkap Tantangan Besar Ekonomi Indonesia 2026
Ada juga kredit di segmen digital savvy melalui layanan Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 9,9 persen yoy, dan pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk.sebesar 8,7 persen yoy. Sementara itu, pembiayaan Grup OTO meningkat 5,8 persen yoy.
Seiring dengan pertumbuhan aktivitas bisnis, SMBC Indonesia mencatatkan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp8,6 triliun pada Semester I 2026 yang berasal dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1,0 triliun.
Di sisi lain, biaya kredit konsolidasi SMBC Indonesia turun 14,8 persen yoy menjadi Rp2,1 triliun. Adapun total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi tumbuh 4,7 persen yoy menjadi Rp245,5 triliun pada akhir Juni 2026.
Kinerja Apik Anak Perusahaan
Kinerja positif anak usaha turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasi SMBC Indonesia. BTPN Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp655 miliar pada Semester I-2026, tumbuh 1,8 persen yoy.
Penyaluran pembiayaan BTPN Syariah mencapai Rp11 triliun, meningkat 8,7 persen yoy. Sementara itu, Grup OTO membukukan laba bersih sebesar Rp382 miliar pada Semester I 2026, meningkat 251,8 persen yoy.
Pertumbuhan laba bersih di Grup OTO didukung oleh peningkatan pembiayaan sebesar 5,8 persen yoy dan biaya kredit yang lebih rendah.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, kinerja Semester I 2026 mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus membangun fondasi bisnis yang semakin kuat agar mampu bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dalam dan luar negeri, serta di industri perbankan.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna,” kata Henoch dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat, 31 Juli 2026.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.