Telkom Cetak Laba Rp10,4 Triliun, Arus Kas Operasional Naik 7 PersenDividen Telkom 2026 Diproyeksi 60-90 Persen, ini Pertimbangannya
PT Telkom IndonesiaTbkmembukukan pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun pada semester I-2026, naik 3,9 persen secara tahunan atau year-on-year
Berdasarkan pemaparan perseroan dalam Public Expose Live 2026, Senin, 7 September 2026, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp10,4 triliun.
Angka tersebut meningkat 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga mencatat laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp11,3 triliun, tumbuh 6,2 persen YoY. Angka tersebut tidak memperhitungkan penyesuaian nonoperasional dan perubahan nilai wajar investasi.
Dari sisi EBITDA, Telkom mencatatkan Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 persen. Sementara EBITDA Telkomsel mencapai Rp26,1 triliun, naik 8,6 persen YoY, dengan margin 46,9 persen.
Arus kas operasional atau operating cash flowTelkom tercatat Rp34,9 triliun, naik 7 persen YoY. Adapun free cash flow to the firmmencapai Rp44,2 triliun, juga meningkat 7 persen YoY.
Telkomsel, sebagai anak usaha di bisnis seluler, membukukan pendapatan Rp55,6 triliun pada semester I-2026, tumbuh 3,3 persen YoY.
Telkom Ubah Struktur Bisnis
Selain menyampaikan kinerja keuangan, Telkom memaparkan perkembangan program transformasi organisasi TLKM30.
EVP Shareholder Relations Telkom Indonesia, Limiaty Purnomo, mengatakan program tersebut mencakup empat pilar, yaitu Operational Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus Operandi Shift.
Dalam program tersebut, Telkom menyelesaikan divestasi dua bisnis, menutup delapan entitas, dan mengonsolidasikan dua unit usaha.
Divestasi AdMedika dan TelkoMedika menghasilkan dana tunai sekitar Rp880 miliar dengan keuntungan sebelum pajak sekitar Rp530 miliar.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.