Bandara Soetta Ditutup Dua Hari, InJourney Bisa Kehilangan Pendapatan Segini

Langkah ini dilakukan karena adanya sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan data resmi yang dirilis InJourney di situs khusus Bandara Soetta, gangguan penerbangan akibat dampak sebaran abu vulkanik tersebut berdampak pada akumulasi 1.547 penerbangan dan 194.451 penumpang.

Penyesuaian data penerbangan pada hari pertama hingga pukul 23.59 WIB tanggal 6 September 2026 mencatat sebanyak 923 penerbangan terdampak.

Jumlah tersebut terdiri atas 671 penerbangan domestik, 232 penerbangan internasional, dan 20 penerbangan kargo dengan melibatkan 119.215 penumpang.

Memasuki hari kedua hingga pukul 18.00 WIB tanggal 7 September 2026, dampak penutupan merambah ke 624 penerbangan tambahan, meliputi 461 penerbangan domestik, 156 penerbangan internasional, dan 7 penerbangan kargo dengan total 75.236 penumpang terdampak.

Berdasarkan kalkulasi simulasi data keuangan mengacu pada acuan tarif resmi Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 118 Tahun 2022 mengenai Besaran Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udaraserta regulasi pendaratan pesawat, total potensi kehilangan pendapatan di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan menembus angka Rp47,36 miliar.

Kehilangan potensi penerimaan terbesar berasal dari pos PJP2U atau airport tax yang diperkirakan mencapai Rp32,94 miliar.

Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi rata-rata tarif PJP2U domestik sebesar Rp135.000 per penumpang (menyerap potensi Rp19,37 miliar) dan tarif internasional sebesar Rp266.400 per penumpang (menyerap potensi Rp13,57 miliar) sesuai komposisi historis penumpang harian.

Selain itu, pengelola bandara berpotensi kehilangan pendapatan dari lini PJP4U atau landing fee senilai Rp4,70 miliar.

Angka ini berasal dari 1.520 penerbangan penumpang dengan rata-rata tarif pendaratan Rp3.000.000 per pesawat dan 27 penerbangan kargo dengan estimasi tarif Rp5.000.000 per pesawat.

Sementara dari sektor bisnis non-aeronautika—seperti pendapatan tenant retail, fasilitas makanan dan minuman, hingga jasa kargo—potensi kerugian diperkirakan menyentuh angka Rp9,72 miliar akibat hilangnya estimasi belanja penumpang sebesar Rp50.000 per orang.

Siapkan Bus

Sebagai alternatif mobilitas bagi penumpang terdampak, InJourney Airports juga telah menyiapkan layanan bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Layanan tersebut diberikan untuk membantu penumpang menuju kota tujuan masing-masing, dengan pendaftaran dilakukan melalui posko yang tersedia di terminal.

“Kami memahami bahwa kondisi ini berdampak pada perjalanan para penumpang.

Karena itu, sejak awal penutupan sementara kami fokus memastikan kebutuhan penumpang tetap terlayani, mulai dari penyediaan makanan dan area istirahat hingga alternatif transportasi darat,” ujar Yudistiawan, Asst.

Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Selain itu, sejumlah fasilitas di terminal turut dimanfaatkan untuk mendukung penanganan penumpang terdampak, termasuk Employee Lounge sebagai salah satu area istirahat.

Posko penanganan juga telah dioperasikan untuk memperkuat koordinasi di lapangan, sementara maskapai penerbangan tetap membuka layanan di terminal masing-masing untuk memberikan informasi dan penanganan kepada penumpang terdampak.

“Saat ini kami masih melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholder.

Kami akan terus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan, dengan tetap menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama,” lanjut Yudistiawan.

Berdasarkan data penerbangan 7 September 2026, terdapat 624 penerbangan terdampak, yang merupakan akumulasi dari pembatalan, keterlambatan, pengalihan pendaratan ke bandara lain, serta dampak operasional lainnya.

Jumlah tersebut terdiri dari 461 penerbangan domestik, 156 penerbangan internasional, dan 7 penerbangan kargo, dengan total sebanyak 75.236 penumpang terdampak.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama seluruh stakeholder terkait terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi dan dampaknya terhadap operasional penerbangan.

Pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara dan untuk informasi kebandarudaraan dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.

Bagi penumpang yang terdampak, kami mengajak untuk mengikuti informasi dan arahan petugas di terminal agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” tutup Yudistiawan.

Empat Layanan Penerbangan Sudah Beralih ke Bandara Kertajati

Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif sebagai antisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Provinsi Banten.

Hingga Senin, 7 September 2026, sejumlah maskapai juga mulai mengalihkan penerbangan maupun pendaratan di bandara-bandara alternatif.

“Saat ini dan sejak kemarin Garuda Indonesia sudah melakukan pendaratan di Bandara Kertajati (Majalengka, Jawa Barat).

Hari ini rencananya akan dilakukan juga pendaratan di Kertajati untuk penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya dikutip dari situs resmi Kemenhub.

Dudy menyebutkan, Bandara Kertajati merupakan salah satu bandara alternatif yang disiapkan untuk mengantisipasi penutupan operasional sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Provinsi Banten.

Hingga hari ini, sebanyak empat penerbangan Garuda Indonesia telah memanfaatkan bandara Kertajati sebagai alternatif dari Bandara Soekarno-Hatta.

Adapun bandara alternatif lain di antaranya Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda di Provinsi Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Provinsi Jawa Tengah.

“Singapore Airlines juga akan melakukan pendaratan dengan mengganti pesawatnya yang semula menggunakan Boeing 737-800, akan diganti dengan Airbus A350 di mana bisa menampung lebih banyak penumpang.

Masyarakat yang terbang dari Singapura bisa kembali melalui Surabaya. Kemudian Singapore Airlines juga akan memproses penerbangan ke Yogyakarta sebagai bandara alternatif,” lanjut Menhub Dudy.

Sementara itu, berdasarkan uji paper test sejumlah bandara terdampak, Dudy menyebut bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan telah menunjukkan hasil negatif dari paparan abu vulkanik.

Dengan demikian bandara tersebut dinyatakan kembali dibuka dan beroperasi normal.

Sementara tujuh bandara lain masih dilakukan penutupan, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Banten; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.