Perdagangan Pekan ini: IHSG Anjlok dan Kapitalisasi Pasar TerkikisThe Fed Berpotensi Menaikkan Suku Bunga usai Inflasi AS Agustus Naik 3,4 Persen
Gambaran mengenai geliat pembangunan fisik juga terlihat dari sektor konstruksi.
BPS mencatat sektor konstruksi Banten tumbuh 15,36 persen secara tahunan pada triwulan II-2025, menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada periode tersebut. Pada saat yang sama, Pembentukan Modal Tetap Brutotumbuh 9,90 persen.
Data tersebut memang berasal dari periode yang berbeda dengan capaian ekonomi Banten sepanjang 2025.
Namun, angka itu memberi gambaran mengenai kuatnya aktivitas pembangunan dan pembentukan modal di daerah yang terus berkembang sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi di Pulau Jawa.
Persoalannya kemudian bukan hanya seberapa banyak pembangunan fisik yang berlangsung, tetapi bagaimana berbagai infrastruktur pendukungnya dapat mengikuti pertumbuhan tersebut tanpa menciptakan persoalan baru di kemudian hari.
Kebutuhan itu semakin terasa ketika melihat tingkat penggunaan internet masyarakat Banten. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia2026 mencatat penetrasi internet di Banten mencapai 86,21 persen.
Angka tersebut berada di atas penetrasi internet nasional yang mencapai 81,72 persen. Survei APJII dilakukan terhadap 8.700 responden berusia minimal 13 tahun di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling.
Pengumpulan data berlangsung pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan margin of error sekitar 1,1 persen.
Dengan penetrasi yang sudah mencapai 86,21 persen, internet di Banten bukan lagi sekadar fasilitas tambahan. Konektivitas telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga layanan publik.
Data tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tantangan infrastruktur digital bergerak ke tahap yang lebih kompleks.
Ketika semakin banyak masyarakat bergantung pada internet, persoalannya bukan hanya memperluas akses, tetapi juga menjaga agar jaringan tetap andal, aman, dan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan.
Perkembangan cakupan jaringan juga menunjukkan adanya perbaikan.
Data BPS yang diolah Databoks mencatat jumlah desa dan kelurahan di Banten yang memiliki cakupan sinyal kuat mencapai 1.302 desa pada 2024, meningkat 8,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya yang berada di sekitar 1.219 desa.
Rangkaian data tersebut memberi gambaran bahwa Banten sedang menghadapi fase ketika pertumbuhan ekonomi dan perkembangan konektivitas berjalan beriringan.
Aktivitas ekonomi meningkat, pembangunan terus berlangsung, sementara penggunaan internet sudah menjangkau sebagian besar masyarakat.
Karena itu, pengembangan infrastruktur digital ke depan tidak cukup hanya berbicara mengenai penambahan jaringan.
Kualitas, keandalan, efisiensi pemeliharaan, serta keteraturan infrastruktur menjadi bagian dari kebutuhan yang ikut tumbuh bersama ekonomi digital.
Dengan kata lain, kalau ekonomi Banten terus ngebut, jaringan digitalnya juga harus siap diajak lari. Jangan sampai aktivitas bisnis sudah masuk era digital, tetapi infrastrukturnya masih sibuk beres-beres urusan kabel.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.