Penguatan harga saham ini terjadi di tengah proses pengambilalihan perseroan yang kini memasuki tahapan penawaran tender wajib atau Mandatory Tender Offer
Langkah MTO tersebut merupakan bagian penting dari rangkaian proses akuisisi yang sempat tertunda pada 2025.
Melalui surat resmi Nomor 214/PWN/DIR/IX/2026 tertanggal 3 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, TGUK mengonfirmasi kelanjutan proses korporasi ini.
Direktur Utama TGUK, Agus Suhada, menegaskan bahwa kelanjutan MTO berjalan beriringan dengan langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis perseroan.
“Kelanjutan proses Mandatory Tender Offer merupakan bagian penting dari rangkaian proses pengambilalihan TGUK yang sebelumnya telah kami sampaikan kepada publik.
Perseroan bersama pihak-pihak terkait terus melanjutkan proses tersebut sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis Rabu, 16 September 2026.
Berdasarkan data perdagangan bursa, saham TGUK terus mencatatkan penguatan bertahap sepanjang bulan September 2026.
Pada perdagangan Rabu, 16 September 2026, harga saham TGUK ditutup melonjak 9 poin atau melesat 9,89 persen ke posisi Rp100 per lembar saham.
Saham ini dibuka di posisi Rp100 dan sempat bergerak pada batas terendah Rp95, dengan akumulasi nilai transaksi menembus Rp1,14 miliar dari volume perdagangan sebesar 114,60 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 370 kali.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif dari sesi perdagangan sebelumnya pada Selasa, 15 September 2026, di mana saham TGUK menguat 8 poin atau naik 9,64 persen ke posisi Rp91 per lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp920,56 juta dan volume 103,02 ribu lot.
Meski sempat terkoreksi 8 poinpada 14 September 2026 ke level Rp83 per lembar saham, performa TGUK tetap konsisten menguat dari level terendahnya di awal bulan.
Pada rentang perdagangan 1 September hingga 11 September 2026, TGUK merangkak naik dari posisi awal Rp71 per lembar saham pada 1 September 2026, sempat menyentuh level Rp64 pada 2 September 2026, sebelum akhirnya merangkak menguat ke level Rp73 pada 8 September 2026, Rp80 pada 9 September 2026, Rp83 pada 10 September 2026, hingga menembus harga Rp91 per lembar saham pada penutupan 11 September 2026.
Pilar Bisnis Daging Beku dan Pemulihan Kinerja Keuangan
Kelanjutan aksi korporasi ini diimbangi oleh transformasi bisnis yang signifikan. Sejak mulai mengoperasikan unit bisnis perdagangan daging bekupada akhir 2025, struktur pendapatan TGUK mengalami pergeseran drastis.
Pada kuartal I 2026, lini bisnis perdagangan daging mencatatkan kontribusi sebesar Rp200,7 miliar atau menyumbang 99,6 persen dari total pendapatan perseroan.
Sementara itu, lini bisnis makanan dan minumanberkontribusi sebesar Rp0,7 miliar atau 0,4 persen.
Perseroan berfokus pada pengelolaan rantai pasok, ketersediaan produk, cold chain, serta jaringan pemasok dan distribusi.
Selain itu, TGUK menyiapkan pengembangan konsep Toko Daging Platinum yang mengintegrasikan perdagangan daging beku, makanan olahan beku (frozen processed food), dan lini bisnis makanan dan minuman.
Strategi ini diarahkan untuk menjadikan bisnis perdagangan daging sebagai pilar utama pendapatan dan profitabilitas perseroan.
Transformasi tersebut memicu pemulihan kinerja keuangan perseroan. Pada semester I-2026, TGUK membukukan penjualan sebesar Rp327,35 miliar dan berhasil meraih laba bersih Rp2,50 miliar.
Capaian ini berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp8,44 miliar.
Di sisi aktivitas pasar, kenaikan harga saham TGUK turut dibarengi dengan lonjakan frekuensi serta nilai transaksi secara bertahap dari rata-rata puluhan ribu lot per hari menjadi di atas 100 ribu lot pada pertengahan September 2026.
Tingginya partisipasi transaksi harian ini mencerminkan dinamika aktivitas perdagangan yang aktif dari para pelaku pasar seiring berjalannya tahapan MTO.
Informasi mengenai perkembangan pengambilalihan ini sebelumnya telah dipaparkan kepada publik, salah satunya melalui agenda Public Expose pada 10 Juni 2026.
Manajemen TGUK berkomitmen untuk terus menyampaikan pembaruan informasi terkait MTO kepada BEI, Otoritas Jasa Keuangan, dan publik secara transparan.
Agus menambahkan bahwa fokus manajemen saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan agar kinerja keuangan tetap solid seiring berjalannya proses MTO.
“Kami melihat momentum pertumbuhan yang mulai terbentuk ini harus dijaga.
Kelanjutan MTO akan berjalan seiring dengan upaya memperkuat fundamental usaha, memperluas distribusi, dan mengembangkan bisnis yang telah menjadi sumber utama pendapatan perseroan,” kata Agus.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.