Mineral Kritis Jadi Agenda BRICS, Saham Tambang Indonesia Mana yang Kebagian Berkah?Karhutla Membawa Maut, 1.700 Nyawa Melayang dalam Sebulan
“Setiap provinsi tentu beda inflasi dan pertumbuhan ekonominya. Maluku Utara pasti beda dengan Jawa Barat.
Karena itulah angka 7,5 persen sampai 9,5 persen ini menjadi angka kompromi rasional yang akan kami perjuangkan,” tandasnya.
Diketahui, menurut data Badan Pusat Statistikpada Mei 2026, ekonomi Maluku Utara pada triwulan I-2026 tumbuh 19,64 persen secara tahunan, dengan industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan.
Pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh lapangan usaha.
Industri pengolahan mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 37,09 persen yoy, disusul penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 14,70 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,60 persen.
Dari sisi nilai ekonomi, PDRB Maluku Utara atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2026 mencapai Rp37,06 triliun. Sementara berdasarkan harga konstan 2010, PDRB tercatat sebesar Rp20,12 triliun.
Angka tersebut menjadi basis perhitungan pertumbuhan ekonomi riil provinsi pada periode tersebut.
Lonjakan industri pengolahan menjadi sorotan karena sektor ini sekaligus memiliki porsi terbesar dalam struktur ekonomi Maluku Utara. Pada triwulan I-2026, industri pengolahan menyumbang 44,74 persen terhadap PDRB berdasarkan harga berlaku.
Di bawah industri pengolahan, pertambangan dan penggalian menyumbang 19,63 persen.
Kemudian pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 8,94 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 8,46 persen, serta administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 6,38 persen.
Lima sektor tersebut secara keseluruhan menyumbang 88,15 persen perekonomian Maluku Utara.
Dengan demikian, pertumbuhan 19,64 persen pada triwulan I-2026 terutama menggambarkan kuatnya ekspansi ekonomi Maluku Utara dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS mencatat seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan secara tahunan, sementara industri pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan paling tinggi.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.