MUI Minta Suahasil Integrasikan Ekonomi Syariah ke dalam Kebijakan Fiskal NegaraIHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi, Level 6.370 Jadi Penentu Arah Pergerakan
Pada hari yang sama, pemerintah AS melaporkan penjualan ritel meningkat 1,2 persen pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan konsumen masih berbelanja dalam tingkat yang cukup kuat, meskipun sejumlah survei sentimen memperlihatkan masyarakat tetap pesimistis terhadap kondisi ekonomi.
Belanja yang masih kuat mengindikasikan bahwa tingkat suku bunga saat ini belum sepenuhnya menekan aktivitas ekonomi dan belum cukup untuk mendinginkan inflasi.
“Meski ketidakpastian masih tinggi, antara lain akibat perkembangan geopolitik, belanja domestik tetap tangguh,” kata The Fed.
Pernyataan tersebut kemungkinan merujuk pada konsumsi rumah tangga yang tetap berjalan serta investasi besar-besaran perusahaan teknologi dalam pusat data kecerdasan buatan.
Tekanan inflasi juga tidak hanya berasal dari harga bensin. Investasi di sektor kecerdasan buatan telah mendorong kenaikan harga cip komputer dan berbagai perangkat elektronik.
Tarif impor juga masih berpotensi meningkatkan harga sejumlah barang, termasuk peralatan rumah tangga yang mengalami kenaikan pada bulan lalu.
Trump sebelumnya secara terbuka mengkritik pendahulu Warsh, Jerome Powell, karena dianggap terlalu lambat memangkas suku bunga.
Departemen Kehakiman bahkan sempat membuka penyelidikan kriminal terhadap Powell terkait kesaksiannya di hadapan Kongres tahun lalu, meskipun penyelidikan tersebut akhirnya dihentikan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan reaksi Trump terhadap kenaikan suku bunga terbaru, Warsh memilih tidak membuka percakapan pribadinya dengan presiden.
“Saya tidak punya apa pun untuk Anda mengenai pembicaraan dengan presiden,” ujar Warsh.
Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga melalui unggahan di media sosial pada Rabu malam. Namun, ia tidak secara langsung mengomentari keputusan The Fed.
Sementara itu, penasihat ekonomi utama Trump, Kevin Hassett, mengatakan presiden kemungkinan tidak akan senang dengan kenaikan suku bunga tersebut.
“Saya yakin dia tidak akan terlalu senang dengan hal itu, tetapi dia akan membela independensi Kevin Warsh di atas segalanya,” kata Hassett dalam wawancara dengan Fox News.
Warsh juga disebut memiliki perlindungan politik tersendiri. Mertuanya, Ronald Lauder, merupakan teman Trump sekaligus miliarder yang pernah menjadi donor bagi kampanye politiknya.
Tetapi kedekatan personal dan tekanan politik tetap tidak mengubah masalah utama yang sedang dihadapi The Fed.
Inflasi belum jinak, biaya energi meningkat, perang menambah ketidakpastian, sementara masyarakat harus menanggung ongkos hidup yang semakin mahal.
Di tengah semua itu, suku bunga kembali naik. Bagi pasar keuangan, kebijakan tersebut mungkin dibaca sebagai upaya menjaga kredibilitas bank sentral.
Bagi rumah tangga yang sedang mencicil rumah, kendaraan, dan kartu kredit, keputusan itu bisa terasa seperti tagihan tambahan yang datang tanpa diundang.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.