Thomas Sugiarto Oentoro Naik Pimpin Garuda (GIAA), ini Jejak Kariernya

Hitung-hitungan Rugi Garudasaat Bandara Soetta Lumpuh Terkepung Abu Anak Krakatau

Daftar Direksi dan Komisaris Baru, Glenny Kairupan Dipercaya sebagai Komut

Asing Sepekan Jual Rp5,39 Miliar, Saham Naik 40,74 Persen, Siapa yang Jaga GIAA?

Adapun jajaran komisaris dipimpin Glenny H. Kairupan sebagai Komisaris Utama.

Susunan tersebut juga mencakup Sugito Anjasmoro, Chairal Tanjung, Mawardi Yahya sebagai Komisaris Independen, Jaan Albrecht sebagai Komisaris Independen, serta Trey Urbahn sebagai Komisaris Independen.

Kinerja Keuangan Garuda Indonesia hingga Semester I 2026

Garuda Indonesia Group mencatat pendapatan sebesar USD1,80 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, rugi bersih Garuda Indonesia Group menyusut 23,2 persen menjadi USD113 juta. Sementara itu, laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT tercatat USD74 juta, meningkat 12,7 persen secara tahunan.

Perbaikan kinerja tersebut terjadi ketika beban avtur meningkat 43,6 persen. Hingga akhir Juni 2026, jumlah armada operasional Garuda Indonesia Group mencapai 104 pesawat.

Di tengah kenaikan beban avtur tersebut, pertumbuhan pendapatan tetap tercatat pada dua digit secara tahunan.

Sementara itu, penyusutan rugi bersih dan peningkatan EBIT menunjukkan adanya perubahan pada kinerja operasional Garuda Indonesia Group sepanjang enam bulan pertama 2026.

Perubahan susunan pengurus tersebut menempatkan Thomas dalam posisi strategis ketika Garuda Indonesia tengah mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekaligus menekan kerugian.

Pengendalian biaya dan optimalisasi armada juga menjadi bagian dari tantangan operasional perseroan ke depan.

Dengan pengalaman di bidang investasi, manajemen risiko, serta pengurusan Garuda Indonesia, Thomas kini memimpin perseroan di tengah proses pemulihan kinerja.

Garuda Indonesia Group juga masih menghadapi tekanan biaya avtur dan kebutuhan modal untuk mendukung penguatan armada.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.