Perubahan tersebut berlaku untuk seluruh penerbangan Transnusa dari dan menuju Singapura. Perusahaan menyatakan perpindahan terminal dilakukan seiring dengan perkembangan jaringan penerbangan internasional Transnusa di kawasan Asia Pasifik.
Group CEO Transnusa Datuk Bernard Francis, mengatakan perpindahan operasional ke Terminal 4 merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan kepada penumpang.
Menurut dia, proses perjalanan penumpang tidak hanya berkaitan dengan penerbangan, tetapi juga dimulai sejak berada di bandara.
“Bagi kami, perjalanan tidak dimulai ketika pesawat lepas landas, tetapi sejak pelanggan tiba di bandara,” katanya.
Gunakan Teknologi Digital
Terminal 4 Changi Airport menggunakan sejumlah teknologi digital dalam proses keberangkatan penumpang, mulai dari automated check-in, automated bag drop, pemeriksaan keamanan, layanan imigrasi berbasis biometrik, hingga proses boarding otomatis.
Bernard mengatakan penggunaan teknologi tersebut diharapkan membuat sejumlah tahapan keberangkatan menjadi lebih sederhana.
“Teknologi bukan sekadar menghadirkan proses yang lebih cepat, tetapi juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman dan sederhana bagi pelanggan,” ujar Bernard.
Selain fasilitas keberangkatan, Terminal 4 memiliki sejumlah restoran, pusat perbelanjaan, gerai duty-free, dan area komersial.
Penumpang yang tiba di Singapura juga dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah kawasan seperti Marina Bay, Orchard Road, Sentosa, dan Central Business District melalui jaringan transportasi publik, termasuk MRT, bus, taksi, dan layanan transportasi daring.
Perluas Jaringan Asia Pasifik
Perpindahan terminal tersebut dilakukan ketika Transnusa terus mengembangkan jaringan penerbangan internasionalnya.
Saat ini, Transnusa melayani penerbangan menuju Singapura, Kuala Lumpur, Penang, Subang, Bangkok, Phuket, Guangzhou, dan Perth. Perusahaan juga memiliki jaringan domestik dengan hub utama di Jakarta, Bali, dan Manado.
Bernard mengatakan pengembangan jaringan penerbangan perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan.
“Ekspansi jaringan bukan hanya tentang membuka lebih banyak destinasi. Yang sama pentingnya adalah memastikan setiap pelanggan merasakan peningkatan kualitas layanan di setiap perjalanan,” katanya.
Transnusa menyatakan perpindahan operasional ke Terminal 4 menjadi bagian dari investasi perusahaan dalam pengembangan layanan seiring ekspansi jaringan internasional.
“Kehadiran kami di Changi Airport Terminal 4 merupakan bagian dari investasi jangka panjang Transnusa untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman, efisien, dan sesuai dengan standar layanan internasional yang terus kami bangun,” ujar Bernard.
Mulai 1 September 2026, seluruh penerbangan Transnusa dari dan menuju Singapura akan beroperasi melalui Singapore Changi Airport Terminal 4.
Penumpang diminta memperhatikan informasi terminal keberangkatan maupun kedatangan sebelum melakukan perjalanan.
Bukan Emiten BEI
Transnusa merupakan nama dagang dari PT Transnusa Aviation Mandiri, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan. Transnusa bukan perusahaan terbuka dan sahamnya tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia
Berdasarkan informasi pada situs resmi perusahaan, Transnusa secara tidak langsung merupakan bagian dari Link Asia Group.
Dalam struktur kepemilikan yang tercantum dalam dokumen perusahaan terkait, PT Panca Global International Indonesia tercatat sebagai pemegang 51 persen saham Transnusa, sedangkan 49 persen lainnya dimiliki Linkasia Airlines Group Ltd.
Linkasia Airlines Group memiliki keterkaitan dengan China Aircraft Leasing Group Holdings Ltd, perusahaan penyewaan pesawat yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Hong Kong dengan kode 1848.
Dokumen CALC di Hong Kong Stock Exchange juga mencantumkan struktur Linkasia Airlines Group dan Transnusa dalam struktur korporasinya.
Transnusa memperoleh Sertifikat Operator Penerbangan atau Air Operator Certificatepada 9 September 2022. Perusahaan kemudian mulai mengoperasikan tiga pesawat Airbus A320 pada 6 Oktober, 14 Oktober, dan 12 Desember 2022.
Pada 2023, Transnusa memperkenalkan model bisnis baru sebagai maskapai Premium Service Carrier. Perusahaan juga memulai penerbangan internasional pertamanya pada 14 April 2023.
Pada Februari 2024, Transnusa melakukan rebranding menjadi Premium Service Carrier.
Perubahan tersebut dilakukan seiring dengan pengoperasian armada yang lebih modern serta peningkatan fleksibilitas dan kualitas layanan yang ditawarkan kepada penumpang.
Saat ini, Transnusa memiliki basis operasional di Jakarta dan Bali. Untuk jaringan internasional, perusahaan melayani penerbangan ke Singapura, Guangzhou, Kuala Lumpur, Perth, dan Bangkok.
Transnusa menyebut dirinya sebagai maskapai Indonesia kedua yang melayani penerbangan ke Tiongkok serta maskapai Indonesia pertama yang menggunakan model bisnis Premium Service Carrier.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.