WGSH Private Placement, Pantau Harga Rerata Biar tak Nyangkut

Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi ini berencana menerbitkan maksimal 208,5 juta lembar saham baru. Jumlah penerbitan ini setara dengan 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat ini.

Direktur Utama Wira Global Solusi, Hendy Rusli, menyampaikan laporan rencana strategis ini secara resmi melalui keterbukaan informasi bursa.

Ia menjelaskan aksi korporasi tersebut dirancang khusus untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan di tengah tingginya dinamika industri digital.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung rencana ekspansi berkelanjutan serta menjaga stabilitas operasional perseroan ke depan.

“Seluruh dana yang diperoleh dari hasil rencana PMTHMETD akan digunakan untuk ekspansi usaha dan memperkuat modal kerja Perseroan.

Hal ini meliputi pembelian bahan baku kepada pemasok, serta biaya operasional dan pemasaran guna meningkatkan volume penjualan,” ujar Hendy membeberkan arah penggunaan dana tersebut, dikutip Kamis, 4 Juni 2026.

Penerbitan ratusan juta saham baru ini secara otomatis akan membawa konsekuensi matematis bagi para pemegang saham eksisting.

Perseroan memproyeksikan terjadinya penurunan persentase kepemilikan saham atau efek dilusi secara proporsional.

Tingkat dilusi maksimal bagi para pemegang saham lama diperkirakan mencapai angka 9,09 persen setelah aksi korporasi ini rampung dieksekusi.

Manajemen WGSH menyatakan hingga saat ini belum menentukan pihak atau entitas calon pemodal yang akan menyerap saham baru tersebut.

Perseroan juga memastikan transaksi penambahan modal ini dikecualikan dari ketentuan transaksi afiliasi sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan

Rincian identitas calon pemodal baru kelak akan diumumkan paling lambat lima hari kerja sebelum pelaksanaan pencatatan saham.

Pelaksanaan aksi penambahan modal ini mutlak membutuhkan restu penuh dari para pemegang saham independen. Manajemen telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasapada hari Jumat, 19 Juni 2026 mendatang.

Rapat krusial ini menjadi forum penentu utama untuk mendapatkan persetujuan pelepasan saham tanpa hak memesan efek tersebut.

Perseroan mematok aturan ketat terkait penetapan harga pelaksanaan saham baru agar tidak memicu kerugian bagi investor publik.

Harga pelaksanaan wajib ditetapkan paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham di pasar reguler.

Perhitungan harga ini menggunakan kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan.

Analisis proforma dari manajemen menunjukkan suntikan dana segar ini akan berdampak sangat positif pada struktur neraca keuangan perusahaan.

Jumlah aset perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 5,51 persen dari sebelumnya Rp75,72 miliar menjadi Rp79,89 miliar.

Total ekuitas perusahaan juga akan terkerek naik hingga 6,39 persen menjadi Rp69,38 miliar berkat masuknya tambahan modal ini.

Penguatan fundamental modal ini turut memperbaiki rasio kesehatan likuiditas perusahaan secara amat signifikan. Rasio lancar atau current ratio WGSH diproyeksikan melonjak tajam dari angka 4,72 kali menjadi 5,25 kali.

Peningkatan rasio ini membuktikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban utang jangka pendeknya menjadi semakin tangguh.

Namun, penambahan jumlah saham beredar menekan tingkat rasio pengembalian investasi secara matematis. Rasio imbal hasil atas asetdiperkirakan turun tipis dari 4,25 persen menjadi 4,03 persen.

Rasio imbal hasil atas ekuitasjuga ikut terkoreksi secara proporsional dari 4,93 persen menuju level 4,64 persen.

Struktur kepemilikan perusahaan saat ini didominasi oleh PT Walden Global Services dengan porsi saham mencapai 36,66 persen.

PT Wynfield Global Ventures dan PT Pusaka Mas Persada menyusul dengan kepemilikan masing-masing sebesar 11,45 persen dan 9,28 persen. Porsi kepemilikan saham oleh masyarakat umum tercatat berada pada level 21,15 persen.

Setelah aksi private placement ini rampung, persentase struktur kepemilikan saham dipastikan akan menyusut. Porsi PT Walden Global Services akan turun menjadi 33,32 persen, sedangkan porsi masyarakat tergerus ke 19,23 persen.

Calon pemodal baru nantinya akan langsung menguasai porsi 9,09 persen dari total keseluruhan saham perseroan.