Diversifikasi Jalan di Tempat, ESI: Perusahaan Tambang RI Masih Bergantung pada Batu BaraTarif Geothermal Dinilai Belum Ekonomis, Bahlil Siapkan Insentif Pajak
Pada sesi perdagangan kemarin, ADRO dibuka sama dengan harga penutupan sebelumnya di level Rp2.700.
Sepanjang hari, pergerakan harga berada dalam rentang antara harga terendah di level Rp2.620 dan harga tertinggi yang sempat menyentuh level Rp2.720.
Aktivitas transaksi mencatatkan total volume perdagangan sebanyak 331,02 ribu lot saham dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp88,13 miliar.
Rata-rata harga transaksi harian berada pada posisi Rp2.662 per lembar saham, dengan frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 14.070 kali.
Transaksi investor asing mencatatkan akumulasi aksi jual bersihNilai pembelian investor asingtercatat sebesar Rp24,32 miliar, sementara nilai penjualan investor asingberada lebih tinggi pada angka Rp41,33 miliar.
Meskipun tertekan pada perdagangan harian, pergerakan historis saham ADRO masih memperlihatkan performa yang tumbuh pada beberapa rentang waktu.
Dalam kurun waktu satu minggu, harga saham ADRO mencatatkan kenaikan sebesar 4,71 persen.
Kinerja positif ini berlanjut pada rentang waktu satu bulan yang naik 8,54 persen, tiga bulan yang menguat 16,09 persen, serta enam bulan yang tumbuh 14,10 persen.
Sejak awal tahun, harga saham emiten sektor minyak, gas, dan batu bara ini sudah menguat sebesar 47,51 persen. Secara tahunan, pergerakan harga melesat 50,85 persen.
Untuk rentang jangka panjang, pergerakan harga saham dalam lima tahun tumbuh 114,46 persen, dan dalam kurun waktu 10 tahun meningkat hingga 147,22 persen.
Namun, untuk rentang waktu tiga tahun, harga saham mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,37 persen.
Dari sisi penilaian konsensus pasar, sebanyak 18 analis memberikan rekomendasi untuk emiten ini. Sebanyak 16 analis merekomendasikan beli, satu analis merekomendasikan tahan, dan satu analis memberikan rekomendasi jual.
Target harga rata-rata yang ditetapkan oleh para analis untuk saham ADRO berada pada level Rp2.836 per lembar saham.
Estimasi proyeksi harga tertinggi dipatok pada angka Rp3.400, sementara proyeksi harga terendah berada pada kisaran Rp1,500.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.