Saham EMAS Melonjak 10,44 Persen, Bagaimana Teknikalnya Hari ini?
Produksi Mulai Meningkat
EMAS Geber Tiga Transaksi Senilai Rp9 Triliun? Ternyata ini Tujuannya
Valuasi berdasarkan PER juga diproyeksikan turun dari 65,7 kali pada 2026F menjadi 25,7 kali pada 2027F dan 13,1 kali pada 2028F, seiring pertumbuhan laba yang diproyeksikan meningkat.
Target Harga EMAS Dinaikkan
Dengan mempertimbangkan kenaikan asumsi harga jual emas dan volume penjualan, proyeksi laba bersih EMAS untuk 2026-2028 dinaikkan sekitar 24 persen-39 persen.
Asumsi harga jual rata-rata emas untuk periode tersebut juga dinaikkan sekitar 6 persen-14 persen, sementara estimasi volume penjualan dinaikkan sekitar 17 persen-27 persen karena run-rate produksi saat ini berada di atas perkiraan awal.
Target harga EMAS kemudian dinaikkan menjadi Rp11.000 per saham, dari sebelumnya Rp7.300 per saham. Target tersebut menggunakan pendekatan discounted cash flowdan setara dengan sekitar 13 kali PER FY28F.
Selain itu, terdapat potensi EMAS masuk ke dalam indeks VanEck Global Gold MinersDalam riset tersebut, pengumuman terkait komposisi indeks disebut dijadwalkan pada 11 September 2026, dengan estimasi potensi aliran dana sekitar USD100 juta-USD120 juta apabila EMAS masuk ke dalam indeks.
Lalu, Bagaimana Membaca Arus Dana EMAS?
Posisi EMAS sebagai top net accumulation Rp72,38 miliar menunjukkan adanya akumulasi bersih yang kuat pada perdagangan Jumat.
Namun, posisi sebagai top 5 foreign outflow sebesar Rp76,5 miliar menunjukkan investor asing justru mencatatkan transaksi jual bersih pada saham tersebut.
Ada akumulasi bersih dari investor domestik maupun kombinasi transaksi berbagai kelompok investor, sedangkan foreign outflow secara khusus menggambarkan arus dana asing.
Dari sisi fundamental, kinerja EMAS pada 1H26 sudah berbalik positif pada EBITDA, tetapi kontribusi produksi masih terkonsentrasi pada semester kedua.
Peningkatan kapasitas produksi, pembangunan fasilitas CIL, serta kemampuan mencapai target produksi menjadi faktor penting terhadap realisasi proyeksi 2026-2028.
Di sisi lain, risiko yang perlu diperhatikan mencakup risiko eksekusi, keterlambatan pembangunan CIL, serta keterlambatan persetujuan atau pembangunan fasilitas tailing storage facility
Dengan demikian, data perdagangan dan fundamental EMAS pada saat ini memperlihatkan arus akumulasi di pasar cukup kuat, tetapi investor asing masih mencatatkan outflow.
Sementara kinerja operasional perusahaan mulai memasuki fase peningkatan produksi yang diperkirakan lebih signifikan pada semester II 2026.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.