IHSG Menguat, DSSA Berbalik Melemah 3,06 Persen, Bagaimana KOTA?Saham DSSA Jadi Incaran Pekan ini, BUMI Paling Banyak Dilepas
Pivot point klasik berada di Rp1.120, dengan resistance Rp1.175 dan Rp1.210. Sementara support berada di Rp1.085 dan Rp1.030.
Data teknikal tersebut menunjukkan Rp1.120 menjadi area penting untuk mempertahankan struktur harga saat ini.
DSSA Pekan Ini: Akumulasi atau Distribusi?
Berdasarkan kombinasi data tersebut, belum terdapat cukup bukti untuk menyebut DSSA memasuki fase distribusi penuh, tetapi tekanan distribusi jangka pendek mulai terlihat.
Alasannya, harga masih bertahan di Rp1.145, berada di atas pivot Rp1.120 dan sejumlah moving average jangka pendek. Antrean bid yang terlihat juga lebih besar daripada offer.
Ini menunjukkan permintaan di bawah harga pasar masih tersedia.
Di sisi lain, net sell asing 33,36 juta saham pada siang hari ini menunjukkan perubahan arus dibandingkan pekan lalu.
Selain itu, data pekan sebelumnya memperlihatkan bahwa net foreign buy Rp1,21 triliun DSSA banyak dipengaruhi transaksi pasar negosiasi, sedangkan pasar reguler justru mencatat net sell secara keseluruhan.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah rencana pengalihan saham treasury DSSA hingga 9,63 miliar untuk meningkatkan porsi saham publik.
Perseroan menyatakan pengalihan dapat dilakukan melalui pasar reguler dan/atau negosiasi, menyesuaikan kondisi pasar.
Dengan demikian, skenario sepekan ke depan lebih tepat disebut fase uji keseimbangan antara akumulasi dan distribusi, bukan langsung dikategorikan sebagai salah satunya.
Jika DSSA mampu bertahan di atas Rp1.120 dan menyerap antrean jual Rp1.175–Rp1.200, tekanan jual akan relatif lebih terkendali.
Sebaliknya, apabila Rp1.120 ditembus disertai peningkatan volume jual dan net sell asing berlanjut, tekanan distribusi menjadi lebih jelas dengan area berikutnya sekitar Rp1.085 dan Rp1.030.
Jadi, indikasi awal pekan ini cenderung menunjukkan distribusi jangka pendek dari investor asing, tetapi belum mengubah struktur teknikal DSSA yang masih kuat.
Konfirmasi berikutnya terutama akan terlihat dari kemampuan harga mempertahankan Rp1.120 serta perubahan arus asing di pasar reguler.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.