Roeslani mengungkapkan salah satu wujud nyata dari komitmen kemitraan strategis berbagai bidang antara Indonesia dan Rusia.
Dijelaskan Rosan, sinergi tersebut adalah penjajakan investasi oleh PT Pupuk Indonesia untuk mendirikan pabrik pupuk urea di kawasan Vladivostok.
“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Direktur Utama Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok, Rusia, untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangan tertulisnya, usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto di pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Rosan, kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia yang kian membaik memberikan peluang besar bagi perusahaan untuk melebarkan sayap investasi ke kancah global.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkokoh ketahanan bahan baku serta sektor industri nasional secara keseluruhan.
“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia.
Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ungkapnya.
Di balik rencana ekspansi global tersebut, performa bisnis perseroan memang tengah berada dalam tren positif.
Pada semester I 2026, kinerja keuangan Pupuk Indonesia meningkat signifikan yang ditandai dengan pertumbuhan laba bersih, pendapatan, dan EBITDA.
Pencapaian ini didukung adanya penerapan operational excellence dan cost leadership secara disiplin, sehingga mendorong peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi biaya di berbagai lini bisnis.
Pada periode Januari sampai Juni 2026, Pupuk Indonesia membukukan laba bersih Rp8,51 triliun, meningkat 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan tercatat Rp59,67 triliun atau tumbuh 51 persen, sedangkan EBITDA mencapai Rp14,28 triliun atau meningkat 140 persen secara tahunan.
Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan kinerja keuangan Pupuk Indonesia tidak hanya berasal dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional.
Peningkatan kinerja keuangan tersebut didukung oleh dua pendekatan utama.
Pertama, operational excellence yang merupakan pendekatan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses operasional secara berkelanjutan, mencakup optimalisasi proses produksi, peningkatan keandalan pabrik, pemanfaatan aset secara optimal, serta penguatan proses bisnis.
Kedua, cost leadership yang berfokus pada kemampuan perusahaan mengelola biaya secara disiplin sehingga dapat menghasilkan produk dan layanan secara lebih efisien di tengah dinamika industri, termasuk perubahan harga bahan baku dan kondisi pasar global.
Penerapan operational excellence membantu Pupuk Indonesia meningkatkan kualitas pengelolaan operasional dengan memastikan setiap sumber daya digunakan secara optimal.
Pendekatan tersebut menjadi semakin penting karena perusahaan memiliki peran strategis dalam menyediakan pupuk untuk mendukung sektor pertanian nasional, di mana efisiensi operasional harus berjalan seiring dengan kemampuan menjaga ketersediaan produk bagi petani.
Hal ini terbukti pada tahun 2025 lalu ketika perusahaan menyalurkan lebih dari 8,11 juta ton pupuk bersubsidi atau meningkat 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penguatan melalui cost leadership dilakukan melalui disiplin pengelolaan biaya, optimalisasi rantai pasok, serta pengelolaan sumber daya secara lebih efektif.
Pengendalian biaya ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga efisiensi ketika terjadi perubahan kondisi eksternal, sehingga peningkatan pendapatan memberikan kontribusi optimal terhadap profitabilitas.
Pupuk Indonesia juga terus mengembangkan sumber pertumbuhan melalui diversifikasi bisnis pupuk dan non-pupuk untuk membangun struktur yang lebih adaptif serta memperkuat daya saing.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menimpali bahwa penandatanganan nota kesepahaman studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar perusahaan semakin aktif memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas jangkauan pasar internasional.
Terlebih lagi, lokasi Vladivostok yang menghadap ke kawasan Pasifik dinilai sangat strategis karena wilayah tersebut telah lama menjadi pasar utama bagi produk-produk Pupuk Indonesia.
“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Dirut Pupuk Indonesia.
Di samping sektor pupuk, Rosan membeberkan adanya peluang kolaborasi di bidang perkapalan menyusul penawaran khusus yang disampaikan oleh Presiden Putin dalam pertemuan bilateral tersebut, berupa unit kapal mutakhir berdimensi panjang lebih dari 102 meter yang dirancang untuk mendukung proses pengolahan produk perikanan secara langsung.
“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.
Sebagai tindak lanjut atas tawaran tersebut, Presiden Prabowo berencana memberangkatkan tim khusus guna mengkaji lebih mendalam mengenai teknologi serta potensi pemanfaatan armada kapal tersebut bagi kepentingan Indonesia.
Lebih lanjut, Rosan turut menyoroti rencana pengesahan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan blok Eurasia yang diyakini akan semakin membentangkan ruang kerja sama di bidang perdagangan dan investasi kedua negara.
Terlebih, volume perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia tercatat mengalami pertumbuhan melampaui 12 persen pada tahun sebelumnya.
“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.
Kombinasi antara peningkatan laba, pendapatan, dan EBITDA pada semester I 2026 menegaskan bahwa transformasi operasional telah memberikan dampak nyata terhadap bisnis perusahaan.
Seluruh rangkaian peluang, kesepakatan global, serta penguatan fundamental bisnis tersebut menunjukkan bahwa lawatan Presiden Prabowo ke Rusia juga berorientasi pada kerja sama konkret yang mampu memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian, industri, serta ketahanan nasional kedua negara.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.