DRMA Gandeng Minth Group, Bisnis Komponen EV Masuk Babak Baru
DMI akan memproduksi sejumlah komponen untuk kendaraan roda empat, antara lain battery housing, struktur bodi dan sasis berbasis aluminium extrusion, serta komponen berbahan plastik.
Produk tersebut diarahkan untuk kendaraan listrik, hybrid, dan plug-in hybrid. DRMA juga menyebut kerja sama ini sebagai upaya memperluas kapabilitas dan pasar komponen otomotif perseroan. ()
Dari sisi fundamental, data kuartalan menunjukkan DRMA masih mencatat pertumbuhan. Berdasarkan laporan pada layar, pendapatan kuartal II-2026 mencapai Rp1,61 triliun, naik dari Rp1,313 triliun pada kuartal II-2025.
Laba bersih mencapai Rp141 miliar, dibandingkan Rp100 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika kuartal I dan II digabungkan, pendapatan semester I-2026 mencapai sekitar Rp3,16 triliun, sedangkan laba bersih mencapai Rp288 miliar.
Dibandingkan semester I-2025 yang mencatat pendapatan sekitar Rp2,77 triliun dan laba bersih Rp245 miliar, pendapatan tumbuh sekitar 13,8 persen dan laba bersih sekitar 17,6 persen.
Dengan demikian, modal awal Rp45 miliar untuk JV setara sekitar 15,6 persen dari laba bersih DRMA semester I-2026. Namun, angka tersebut merupakan investasi awal, bukan beban yang langsung mengurangi laba bersih dalam jumlah yang sama.
Pengaruh terhadap laba akan bergantung pada kinerja DMI dan pengakuan bagian laba atau rugi berdasarkan kepemilikan DRMA.
DRMA Jelang Midday
Pada perdagangan Rabu, 16 September 2026 hingga pukul 11.15 WIB, saham DRMA berada di Rp995, turun Rp5 atau 0,50 persen dari harga sebelumnya Rp1.000.
Harga dibuka di Rp1.000, sempat menyentuh Rp990 dan Rp1.000, dengan rata-rata transaksi Rp998.
Nilai perdagangan tercatat sekitar Rp421,1 juta dengan volume 4,22 ribu lot. Di order book, antrean bid tercatat 8.138 lot, sedangkan offer mencapai 39.775 lot.
Selisih tersebut menunjukkan antrean jual yang terlihat lebih tebal pada saat pengamatan.
Pada sisi bawah, Rp990 menjadi harga bid terdekat dengan antrean 935 lot. Sementara di sisi atas, Rp995 memiliki antrean offer 162 lot dan Rp1.000 mencapai 2.034 lot.
Dengan harga berada di bawah rata-rata Rp998 dan masih di bawah harga pembukaan, pergerakan menjelang tengah hari menunjukkan konsolidasi di sekitar Rp995-Rp1.000.
Secara keseluruhan, JV Minth Group belum berdampak material terhadap keuangan DRMA saat diumumkan.
Kontribusi finansialnya baru dapat terlihat setelah DMI mulai beroperasi, sementara pergerakan saham menjelang midday masih berada di bawah harga pembukaan dengan antrean offer yang lebih besar daripada bid.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.