Danantara Targetkan Bangun PSEL Kayu Manis Bogor Akhir 2026, Segini Kapasitasnya

Target tersebut masuk dalam pengembangan PSEL gelombang kedua atau batch 2 yang saat ini masih berada pada tahap studi kelayakan.

Senior Vice President Stakeholder Relation Danantara Dede Firmansyah mengatakan, proses pembangunan PSEL Kayu Manis diharapkan dapat memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada akhir tahun ini.

“Kita semua targetkan di tahun ini ada groundbreaking (peletakan batu pertama). Dari batch 2, di akhir tahun ini ekspektasinya seperti itu,” kata Dede melalui siaran persnya, Kamis, 17 September 2026.

Dede menjelaskan, proyek PSEL Kayu Manis masih menjalani studi kelayakan atau feasibility study yang dilakukan calon mitra.

Calon mitra tersebut berstatus preferred partner. Mitra itu masih harus menyelesaikan studi kelayakan sebelum proyek berlanjut ke tahap berikutnya.

“Ditargetkan di akhir tahun ini dapat diselesaikan, sehingga bisa dilakukan percepatan untuk melakukan groundbreaking juga di wilayah itu,” ujarnya.

Menurut Dede, penyelesaian studi kelayakan menjadi bagian penting sebelum pembangunan PSEL dimulai.

Studi tersebut mencakup berbagai aspek kesiapan proyek, termasuk kondisi lahan yang akan digunakan. Karena itu, target groundbreaking pada akhir 2026 masih mempertimbangkan hasil studi kelayakan yang sedang berlangsung.

Lebih lanjut terkait kemampuannya, Dede mengatakan kapasitas PSEL Kayu Manis nantinya diproyeksikan tidak jauh berbeda dengan PSEL Galuga di Kabupaten Bogor.

Namun, pembangunan kedua fasilitas tersebut akan dikerjakan oleh investor yang berbeda.

PSEL Kayu Manis merupakan proyek terpisah dari PSEL Galuga yang masuk dalam gelombang pertama pengembangan PSEL.

Sementara itu, PSEL Galuga akan mulai memasuki tahap konstruksi setelah groundbreaking pada KamisProyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II hingga kuartal III 2028.

Fasilitas PSEL dirancang untuk mengolah sampah menjadi energi listrik.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan sampah di wilayah Bogor Raya.

Danantara Suntik Investasi Rp3 Triliun ke PSEL Bekasi

Sebelumnya, Danantara Indonesia memulai pembangunan fasilitas PSEL Kota Bekasi. Peresmian pembangunan PSEL berlangsung di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 26 Agustus 2026.

Proyek tersebut menjadi PSEL kedua yang mulai dibangun Danantara Indonesia setelah PSEL Denpasar Raya. Pembangunan proyek PSEL Bekasi dilakukan melalui PT Danantara Investment Managementdan PT Daya Energi Bersih Nusantara

Proyek ini merupakan bagian dari mandat pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan. Mandat tersebut sebagaimana diatur dalam Peraturan PresidenNomor 109 Tahun 2025.

Sekadar informasi, Kota Bekasi memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah kawasan Jabodetabek.

Kota tersebut memiliki kepadatan penduduk tinggi dan menghadapi persoalan kapasitas Tempat Pembuangan AkhirOleh karena itu, dibutuhkan alternatif pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selain itu, Kota Bekasi juga dinilai memiliki kesiapan lahan dan komitmen pasokan sampah.

Chief Investment OfficerDanantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan proyek tersebut menjadi solusi menghadapi darurat sampah.

“Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi.

PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Inisiatif ini diharapkan menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga.

PSEL Bekasi Gandeng PLN

Dalam rangkaian peresmian, dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga ListrikPerjanjian tersebut diteken bersama PT PLNsebagai pembeli listrik hasil pengolahan sampah.

PJBL menjadi landasan komersial penyerapan listrik PSEL Bekasi ke jaringan PLN. Perjanjian tersebut juga memberikan kepastian offtake bagi keberlanjutan operasional proyek.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai kolaborasi menjadi kunci percepatan penanganan sampah.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah dapat ditangani lebih cepat.

Semoga melalui upaya bersama, kita dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di Indonesia,” ujarnya.

PSEL Kota Bekasi juga telah mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak LingkunganKementerian Lingkungan Hidupmenyerahkan dokumen AMDAL kepada Bekasi Environment Nusantara pada Senin, 24 Agustus kemarin.

Bekasi Environment Nusantara merupakan Badan Usaha Pengembang dan PengelolaPSEL Bekasi. Penyusunan AMDAL dilakukan melalui kajian menyeluruh terhadap berbagai risiko dampak lingkungan.

Terbitnya AMDAL menjadi salah satu tonggak penting menuju fase konstruksi proyek. Hal tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Danantara terhadap standar tata kelola proyek.

PSEL Bekasi Ditargetkan Beroperasi 2028

PSEL Kota Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028. Fasilitas tersebut mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik.

Berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025, listrik tersebut nantinya dibeli dan disalurkan melalui PLN.

PJBL antara PLN dan setiap BUPP PSEL menggunakan harga beli USD0,20 per kWh. Harga tersebut berlaku untuk seluruh kapasitas PSEL sesuai ketentuan yang disebutkan.

Denera akan menggunakan teknologi moving grate incinerator dalam proyek PSEL Bekasi. Teknologi tersebut dilengkapi Air Pollution Control Systemuntuk mengendalikan emisi.

Pemilihan teknologi disesuaikan dengan karakteristik sampah di Indonesia.

Teknologi tersebut juga dirancang untuk mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu cepat. Sistem pengolahan mengacu pada European Union Industrial Emissions Directive

EU IED menjadi salah satu acuan standar lingkungan dengan ketentuan emisi yang ketat. PSEL Bekasi juga akan bersinergi dengan teknologi pengelolaan sampah melalui proses pirolisis.

Teknologi tersebut ditujukan untuk mengolah timbunan sampah yang telah ada. Hasil pengolahan berupa energi terbarukan dalam bentuk bahan bakar minyak.

Proyek pirolisis tersebut dikelola secara terpisah oleh TNI Angkatan Darat. Kepala Staf TNI Angkatan DaratJenderal Maruli Simanjuntak mengatakan fasilitas tersebut memiliki fungsi strategis.

“Fasilitas ini menghadirkan kemampuan untuk mengolah timbunan sampah eksisting yang selama ini menjadi perhatian di berbagai daerah.

Kami berharap model ini dapat dikembangkan di lebih banyak lokasi sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi pengelolaan sampah di Indonesia,” kata Maruli.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.