BCACairkan Dividen Interim di Kuartal III 2026, Cek Jadwal LengkapnyaBCA Expo 2026 Digelar di 7 Kota, Ada Promo KPR hingga Kredit Kendaraan
“Worst case, saat ini diperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wavepada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290–6.370,” ujar Didit dalam riset hariannya, Kamis, 17 September 2026.
Meski demikian, peluang penguatan masih terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas level 6.370. Dalam skenario tersebut, indeks berpeluang bergerak menuju rentang 6.541–6.581.
“Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541–6.581,” katanya.
Dalam proyeksi teknikalnya, Didit menempatkan level support IHSG pada 6.279 dan 6.201. Sementara itu, area resistance berada di 6.585 dan 6.633.
Dibuka Menguat
Sebelumnya diberitakan, IHSG dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Berdasarkan data perdagangan pasar saham pada pukul 09.00 WIB, indeks bergerak naik 30,45 poin atau menguat 0,47 persen menuju level 6.467,30.
Pergerakan positif ini menjadi sinyal penyegaran setelah pada hari sebelumnya indeks sempat terkoreksi 0,38 persen ke level 6.436.
Aktivitas transaksi di awal sesi perdagangan mencatatkan volume sebanyak 6,43 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai 298,12 miliar rupiah melalui frekuensi sebanyak 46,48 ribu kali.
Sementara itu, aliran dana investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar 624,72 miliar rupiah di seluruh pasar pada hari sebelumnya, dengan rincian pasar reguler tertekan 592,05 miliar rupiah dan pasar tunai nego tertekan 32,66 miliar rupiah.
Penguatan IHSG pagi ini ditopang oleh mayoritas sektor saham yang berhasil menghijau. Sektor energi memimpin kenaikan sebesar 1,04 persen, disusul sektor bahan baku atau basic industry yang melaju 0,90 persen.
Sektor keuangan atau finance turut menguat 0,45 persen, sektor konsumen siklikal naik 0,42 persen, sektor perindustrian melesat 0,38 persen, dan sektor properti terangkat 0,37 persen.
Selain itu, sektor transportasi menguat 0,23 persen, sektor teknologi melaju 0,20 persen, sektor infrastruktur naik 0,37 persen, serta sektor kesehatan naik tipis 0,10 persen.
Hanya sektor konsumen non-siklikal yang berada di zona merah dengan pelemahan 0,08 persen.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.