ParagonCorp Dorong Industri Kecantikan Tumbuh Berkelanjutan

Langkah tersebut dilakukan melalui Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum2026 yang digelar di Jakarta, Rabu, 40 Setember 2026.

Forum bertema “The Beauty of Reimagining Growth” itu mempertemukan founder brand kecantikan, pakar, pemasok, serta mitra keberlanjutan untuk membahas bagaimana industri kecantikan dapat terus bertumbuh dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG (Environmental, Social, and Governance).

Sejumlah brand kecantikan lokal, di antaranya BLP, HMNS, guele, Brighty, dan beberapa beauty founder lainnya, turut terlibat dalam forum tersebut.

Bagi ParagonCorp, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, tetapi juga mulai menjadi bagian dari cara industri membangun pertumbuhan bisnis.

Rantai pasok bahan baku, kemasan, pengelolaan limbah, hingga sistem daur ulang dinilai saling berkaitan sehingga penerapan ESG membutuhkan kolaborasi lintas pelaku industri.

Deputy CEO ParagonCorp Dr Sari Chairunnisa, mengatakan pertumbuhan masing-masing brand dapat berjalan dengan karakter yang berbeda, tetapi upaya membangun industri yang lebih berkelanjutan membutuhkan keterlibatan bersama.

“Produknya boleh berbeda-beda, tapi yang membuat harus bersama-sama. Keberlanjutan adalah perjalanan yang terus kami pelajari, dan akan jauh lebih bermakna jika ditempuh bersama sesama founder dan seluruh ekosistem industri,” ujar Sari.

Pendekatan tersebut menempatkan isu ESG tidak semata sebagai agenda perusahaan, tetapi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem bisnis.

Kolaborasi antara pemilik brand, pemasok, pengelola limbah, penyedia teknologi, hingga mitra konservasi menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan seberapa jauh praktik keberlanjutan dapat diterapkan dalam rantai industri kecantikan.

CEO BLP Beauty Monica Christasia, menilai forum tersebut membuka ruang bagi brand lokal untuk membangun koneksi sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan dalam kegiatan bisnis.

“Forum ini membuka ruang bagi brand lokal untuk bertukar gagasan dan terhubung dengan mitra yang tepat. Kami percaya industri kecantikan Indonesia bisa tumbuh lebih baik jika bergerak bersama,” kata Monica.

ESG Menjadi Bagian dari Strategi Pertumbuhan

Beauty in Sustainability diawali dengan Beauty Founders Gathering, yang menjadi ruang diskusi antarfounder mengenai arah perkembangan industri kecantikan Indonesia.

Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui empat panel yang mengangkat keberlanjutan sebagai peluang pertumbuhan, inovasi bahan baku, sirkularitas kemasan, serta dampak bisnis yang lebih luas dari sekadar produk.

Forum tersebut menghadirkan pembicara dari Katadata Green, Koalisi Ekonomi Membumi, IFF, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Dietplastik Indonesia, Dynapack Asia, Rekosistem, dan Pandawara.

Dari sisi bisnis, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa agenda keberlanjutan semakin berkaitan dengan proses inovasi produk dan efisiensi rantai pasok.

Penggunaan bahan baku yang lebih berkelanjutan, pengurangan limbah kemasan, serta pengembangan sistem ekonomi sirkular menjadi bagian dari upaya perusahaan merespons perubahan perilaku konsumen sekaligus tuntutan industri.

ParagonCorp juga menyediakan Connection Partner Area, yang mempertemukan para founder dengan penyedia solusi keberlanjutan.

Mitra yang terlibat antara lain Koalisi Ekonomi Membumi dan P4F untuk sektor bioekonomi, Komodo Water untuk solusi air, Rekosistem dan Plasticpay untuk sirkularitas, serta CFES dan TMK.

Melalui forum tersebut, ParagonCorp juga membagikan sejumlah praktik keberlanjutan yang telah dijalankan perusahaan. Salah satunya dilakukan melalui brand Tavi yang saat ini menggunakan 30 persen plastik daur ulang pada kemasannya.

Selain itu, melalui program Paragon Empties Station, konsumen telah mengembalikan sekitar 80.000 produk kecantikan bekas. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sistem pengelolaan produk setelah digunakan konsumen.

Keberlanjutan Diterapkan dalam Penyelenggaraan Acara

Prinsip ESG juga diterapkan dalam pelaksanaan Beauty in Sustainability. ParagonCorp bekerja sama dengan Jejakin untuk mengukur emisi yang dihasilkan selama penyelenggaraan acara.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, perusahaan berkontribusi pada penanaman 300 pohon di Yogyakarta yang diarahkan untuk mendukung lingkungan sekaligus komunitas lokal.

Pengelolaan sampah acara dilakukan bersama Rekosistem. Sementara itu, banner bekas akan diolah Mortier menjadi material dan produk fungsional baru.

Dekorasi acara juga disiapkan bersama Purana Indonesia dan Dusdukduk dengan pendekatan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa agenda ESG tidak hanya ditempatkan pada materi diskusi, tetapi juga diterapkan dalam operasional kegiatan.

Pendekatan semacam ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan komitmen keberlanjutan dengan aktivitas bisnis yang konkret.

Memperluas Agenda Keberlanjutan Industri Kecantikan

Beauty in Sustainability menjadi bagian dari rangkaian Indonesia International Sustainability Forum2026, yang sebelumnya banyak membahas isu transisi energi dan hilirisasi mineral kritis.

Melalui side event tersebut, isu keberlanjutan diperluas ke sektor industri kecantikan yang memiliki rantai nilai mulai dari bahan baku, manufaktur, distribusi, penggunaan produk oleh konsumen, hingga pengelolaan kemasan setelah produk digunakan.

ParagonCorp sendiri merupakan perusahaan FMCG berbasis di Indonesia yang berdiri sejak 1985.

Perusahaan menaungi 16 brand, termasuk Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Putri, Crystallure, Instaperfect, Biodef, Tavi, OMG, Beyondly, Earth Love Life, Labore, Light+ by Wardah, DSE Dermascalp Expert, dan Wardah Bright Now.

Dengan lebih dari 14.000 karyawan dan kapasitas produksi hingga 135 juta unit per tahun, ParagonCorp telah menjangkau pasar Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Di tengah skala bisnis tersebut, agenda keberlanjutan menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada ekspansi produk, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan brand lokal dan mitra ekosistem, ParagonCorp mendorong agar penerapan ESG tidak berjalan sendiri-sendiri.

Industri kecantikan dinilai membutuhkan pendekatan bersama karena tantangan keberlanjutan berada di sepanjang rantai nilai, mulai dari bahan baku hingga pengelolaan produk setelah dikonsumsi.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.