Asing Net Sell Rp1,84 Triliun Sepekan, EMAS-BRMS Jadi Tujuan Asing

Harga Batu Bara Menguat Sembilan Persen, AADI dan PTBA Jadi Saham PilihanSaham AADI Melesat 4,89 Persen di Midday Usai Bukukan Laba USD474 Juta

Namun, angka tersebut tidak dapat diartikan sebagai dana yang berpindah langsung dari tiga saham yang dijual menuju tiga saham yang dibeli. Data broker activity hanya menunjukkan posisi bersih transaksi broker yang masuk dalam penyaringan.

Ada Cerita di Balik Saham Emas

Pergerakan saham tambang emas tersebut juga bertepatan dengan perubahan indeks saham emas global.

MarketVector melakukan evaluasi Global Gold Miners Index atau GDX dan Global Junior Gold Miners Index atau GDXJ yang berlaku efektif pada 18 September 2026.

Tidak ada saham Indonesia yang dikeluarkan dari kedua indeks tersebut, tetapi terjadi perubahan faktor free float pada sejumlah emiten.

Faktor free float AMMN meningkat dari 21 persen menjadi 26 persen. BRMS naik dari 51 persen menjadi 60 persen, sedangkan ARCI naik dari 10 persen menjadi 16 persen.

Sebaliknya, faktor free float EMAS turun dari 37 persen menjadi 31 persen. Perubahan tersebut berpotensi memicu penyesuaian portofolio dana yang menggunakan indeks terkait sebagai acuan.

Sebelumnya, sejumlah analis pasar juga memperkirakan perubahan bobot tersebut dapat menghasilkan aliran dana pasif ke AMMN, BRMS dan ARCI, sementara EMAS menghadapi potensi outflow akibat penurunan bobotnya.

Di sisi lain, AMMN berada di zona negatif dalam sampel broker tersebut, meskipun faktor free float-nya naik. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pergerakan satu saham tidak bisa semata-mata dijelaskan oleh satu faktor indeks.

Jika dilihat secara keseluruhan, data tersebut justru menunjukkan adanya perbedaan preferensi di tengah tekanan pasar. Investor asing secara agregat memang mencatat net sell Rp1,84 triliun.

Namun, pada saat yang sama, BRMS, EMAS dan AADI mencatat net buy asing dalam skala ratusan miliar rupiah.

Sebaliknya, BMRI menunjukkan tekanan paling besar dalam kelompok broker tersebut.

Pola ini bisa dibaca sebagai indikasi adanya seleksi saham di tengah aksi jual asing, bukan sebagai bukti bahwa seluruh investor asing sedang melakukan rotasi dana dari perbankan menuju pertambangan.

Terlebih, broker yang digunakan sebagai lensa analisis hanyalah sebagian dari keseluruhan broker asing yang bertransaksi di BEI.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.