Proyeksi ini didasari oleh dinamika teknikal serta sejumlah faktor geopolitik global yang kian memanas.
Ibrahim mengatakan harga emas dunia ditutup di level USD4.378 per troy ons pada Sabtu, 19 September 2026.
Berdasarkan analisisnya, Ibrahim memproyeksikan support pertama emas dunia akan menguji level USD4.333 per troy ons jika mengalami koreksi.
“Kemudian, apabila terkoreksi lagi, emas dunia menuju USD4,250 dolar per try-on,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 20 September 2026.
Namun apabila harga emas dunia mampu membuat, Ibrahim melihat level resisten pertama diproyeksikan berada di posisi USD 4.429 per troy ons.
Andai tren kenaikan terus berlanjut, lanjut dia, resisten kedua emas dunia pada pekan depan akan menguji kisaran USD4.533 per troy ons.
“Jadi, dalam transaksi mjnggu depan untuk harga emas dunia ditransaksikan di support di USD4.250 dolar per try-on hingga resisten tertinggi USD 4.533 per troy ons,” jelasnya.
Sementara itu untuk pasar domestik, Ibrahim mendatar harga logam mulia Antam tercatat ditutup di level Rp2.764.000 per gram pada perdagangan 19 September 2026.
Ibrahim menyampaikan, andai terjadi pelemahan harga pada pekan depan, support pertama logam mulia akan berada di level Rp2.744.000 per gram.
“Kemudian, kalau terjadi koreksi lanjutan, kemungkinan besar logam mlia itu di level Rp2,620,000,” terangnya.
Di sisi lain, jika harga logam mulia bergerak menguat, resisten pertama diperkirakan menyentuh Rp2.784.000 per gram. Penguatan lanjutan diproyeksikan bakal menguji area resisten kedua di level Rp2.820.000 per gram.
“Sehingga, dalam perdagangan di minggu depan, logam mulia diperdagangkan di support Rp2.620.000 per gram dan resistennya itu Rp2,820,000 per gram,” ungkapnya.
Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia diselimuti berbagai faktor yang mencakup dinamika geopolitik global, ketidakpastian kebijakan politik di Amerika Serikat, serta arah kebijakan suku bunga dari Bank Sentral AS
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah eskalasi konflik bergeser dari Selat Hormuz menuju Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Ibrahim mengatakan kelompok Houthi dari Yaman dinilai berhasil menguasai sebagian wilayah militer Yaman pro-pemerintah, merangsek menuju Selat Bab al-Mandab, dan mendekati perbatasan Arab Saudi.
Eskalasi pertempuran bahkan diwarnai oleh serangan rudal dan drone yang diarahkan ke wilayah ibu kota Arab Saudi.
“Dan ini membuktikan bahwa Yaman Houthi memiliki persenjataan yang cukup tangguh, sehingga Arab Saudi pun juga meminta bantuan terhadap Turki dan Pakistan,” pungkasnya.
JPMorgan: Bitcoin Berpeluang Ungguli Emas Jika Hedging ETF Mereda
Diberitakan sebelumnya, Analis JPMorgan menilai Bitcoin berpotensi mendapatkan dukungan lebih besar dibandingkan emas jika investor mulai mengurangi posisi lindung nilai melalui ETF.
Dalam laporan yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou pada Rabu, 16 September 2026, analis JPMorgan mencatat arus dana masuk ke ETF Bitcoin dan emas kembali meningkat setelah pertemuan Federal Reserve pada akhir Juli.
Momentum tersebut muncul ketika apa yang disebut sebagai perdagangan debasement kembali menguat.
Perdagangan debasement merujuk pada strategi investor mencari aset yang dianggap dapat melindungi nilai ketika kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang kembali meningkat.
Namun, cerita tersebut mulai sedikit berubah dalam sepekan terakhir. JPMorgan menyebut momentum perdagangan debasement melemah setelah imbal hasil obligasi yang telah disesuaikan dengan inflasi meningkat.
Di saat bersamaan, Senat Amerika Serikat gagal meloloskan Clarity Act.
Dampaknya terlihat dari perbedaan pemulihan permintaan ETF emas dan Bitcoin. Menurut analis JPMorgan, permintaan ETF emas telah pulih lebih jauh dibandingkan Bitcoin.
ETF emas bahkan telah berhasil menghapus seluruh arus dana keluar yang terjadi pada awal tahun. Sementara itu, ETF Bitcoin baru berhasil memulihkan sekitar separuh dari arus dana keluar tersebut.
Permintaan terhadap ETF Bitcoin juga kembali melemah dalam beberapa hari terakhir. Justru kondisi inilah yang menurut JPMorgan menyisakan ruang pemulihan apabila arus berita mengenai Bitcoin mulai membaik.
Di tengah tarik-menarik tersebut, posisi investor institusi terhadap emas dan Bitcoin masih tergolong tinggi.
Data posisi kontrak berjangka menunjukkan kedua aset masih mendapatkan dukungan dari investor institusi.Namun, perbedaan yang lebih menarik justru terlihat dari aktivitas short interest di ETF.
JPMorgan mencatat posisi short terhadap iShares Bitcoin Trust ETF milik BlackRock, yang dikenal dengan kode IBIT, masih berada dekat level tertingginya sepanjang tahun ini.Kondisinya berbeda dengan SPDR Gold Shares ETF atau GLD.
Posisi short terhadap ETF emas tersebut justru berada di bawah rata-rata historisnya.
Perbedaan tersebut memberikan gambaran bahwa Bitcoin masih menghadapi suasana pasar yang lebih skeptis dibandingkan emas.
Menurut analis JPMorgan, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan tingginya permintaan lindung nilai terhadap Bitcoin meskipun arus dana masuk dan posisi kontrak berjangkanya belakangan meningkat.
“Kontras ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih menghadapi latar belakang posisi yang secara keseluruhan lebih skeptis dibandingkan emas, mungkin karena permintaan lindung nilai yang lebih tinggi, meskipun baru-baru ini terjadi arus dana masuk dan peningkatan posisi kontrak berjangka,” kata analis JPMorgan, dikutip dari The Block, Sabtu, 19 September 2026.
Jika investor mulai mengurangi posisi lindung nilainya, tekanan short terhadap ETF Bitcoin dapat berkurang. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berpotensi memperoleh dukungan tambahan dibandingkan emas.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.