Morgan Stanley Kian Rajin Koleksi Saham GOTO, Kini Tambah 400 Juta LembarGOTO Gelar RUPSLB 14 Oktober 2026, Agendanya Berpeluang Dorong Harga?
Manajemen mempertahankan pedoman adjusted EBITDA setahun penuh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Bukan GOTO Saja
Tekanan pada GOTO juga bukan kejadian yang berdiri sendiri. Sejumlah saham lain yang sebelumnya berada di Rp50 turut jatuh ke Rp43 setelah kebijakan baru diterapkan.
Laporan perdagangan pada Senin pagi menunjukkan saham seperti PADI, RBMS dan BCAP juga mengalami penurunan sekitar 14 persen.
Pada saat bersamaan, BEI juga merombak ketentuan Papan Pemantauan Khusus. Perubahan Peraturan I-X dan II-X berlaku mulai 28 September 2026.
Sebanyak 92 saham dikeluarkan dari Papan Pemantauan Khusus menyusul penghapusan sejumlah kriteria yang sebelumnya berkaitan dengan harga dan likuiditas.
Dengan perubahan itu, BEI menggeser sebagian fokus pemantauan menuju faktor fundamental dan kondisi perusahaan, sementara mekanisme pasar diberi ruang lebih besar untuk menentukan harga.
Bagi GOTO, konsekuensinya terlihat sejak hari pertama. Level Rp50 tidak lagi berfungsi sebagai penahan penurunan.
Harga kini dapat bergerak mengikuti kekuatan permintaan dan penawaran hingga batas minimum Rp1, dengan tetap mengikuti ketentuan fraksi harga dan auto rejection.
Namun, jatuhnya harga ke Rp43 pada satu sesi belum cukup untuk menentukan level keseimbangan GOTO setelah perubahan regulasi.
Harga berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan permintaan menyerap saham yang ditawarkan, perubahan antrean jual-beli, volume transaksi, serta informasi fundamental perusahaan yang masuk ke pasar.
Dengan demikian, perubahan terbesar bagi GOTO bukan sekadar penurunan tujuh poin dari Rp50 menjadi Rp43. Saham yang sebelumnya tertahan pada batas administratif kini kembali memasuki mekanisme pembentukan harga yang lebih terbuka.
Pada fase inilah pasar mulai menentukan valuasi GOTO tanpa perlindungan lantai harga Rp50.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.