Berdasarkan data yang dibagikan BEI pada Jumat, 25 September 2026, terdapat dua perusahaan beraset skala kecil dengan nilai di bawah Rp50 miliar, dua perusahaan skala menengah dengan aset Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan dua perusahaan skala besar dengan total aset lebih dari Rp250 miliar.
Jika merujuk dari keterangan itu, perusahaan calon emiten dalam pepline tersebut didominasi oleh sektor kesehatan dengan total tiga perusahaan.
Di posisi berikutnya dari sektor energi yang menyumbang dua perusahaan, dan sektor perindustrian sebanyak satu perusahaan.
Adapun hingga 25 September 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah resmi mencatatkan sahamnya di BEI dengan dana dihimpun sebesar Rp2,16 triliun.
Pipline Obligasi dan Rights Issue
Di sisi lain, BEI juga mencatat terdapat 22 emisi dari 16 penerbit EBUS ke dalam pipline antrean hingga 25 September 2026.
Secara sektoral, pipline penerbitan EBUS didominasi oleh sektor keuangan dengan menyumbang lima perusahaan. Selanjutnya, sektor brang baku dan energi masing-masing menyumbanh tiga perusahaan.
Tak hanya itu, sektor infrastruktur juga dihuni oleh tiga perusahaan. Sisanya diisi oleh sektor perindustrian dan teknologi yang masing-masing mencatatkan satu perusahaan.
Hingga saat ini, BEI mencatat telah diterbitkan 132 emisi dari 62 penerbitan EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp128,81 triliun.
Sementara pada instrumen rights issue, hanya terdapat satu perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline aksi korporasi. Perusahaan yang berencana melakukan penambahan modal itu berasal dari sektor properti dan real estat.
Hingga 25 September 2026, BEI menyampaikan sebanyak 15 perusahaan tercatat telah merampungkan aksi penerbitan saham baru dengan total dana mencapai Rp16,23 triliun.
BEI Rombak Aturan, 92 Saham Bebas dari Papan Pemantauan Khusus FCA
Sebelumnya diberitakan, BEI secara resmi melakukan perombakan besar-besaran pada penghuni Papan Pemantauan Khusus atau skema perdagangan Full Call AuctionOtoritas bursa memutuskan untuk mengelurkan sebanyak 92 saham emiten dari papan tersebut, yang akan efektif berlaku mulai perdagangan pekan depan, Senin, 28 September 2026.
Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, menyampaikan bahwa keputusan mengenai pencabutan puluhan saham dari Papan Pemantauan Khusus ini mengacu pada Pengumuman Bursa Nomor Peng-CK-00076/BEI.PLP/09-2026 yang diterbitkan pada Kamis malam, 25 September 2026.
“Pencabutan kriteria 1, 6, 7, dan 10 ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas penghapusan kriteria 1, 6, 7, dan 10 dalam Peraturan Bursa I-X yang baru, yang berlaku efektif mulai Senin, 28 September 2026,” tulis Teuku Fahmi Ariandar dalam keterangan resmi pengumuman bursa.
Pengeluaran 92 saham dari skema FCA ini merupakan bagian dari implementasi perubahan Peraturan Nomor I-X yang telah mengantongi persetujuan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan
Dengan berlakunya kebijakan baru tersebut, seluruh emiten yang terdampak akan dikembalikan ke papan pencatatan semula, seperti Papan Utama, Papan Pengembangan, maupun Papan Akselerasi, serta diperdagangkan kembali melalui mekanisme reguler tanpa pembatasan skema FCA.
Perdagangan BEI Sepekan: IHSG Ambles, Kapitalisasi Pasar Tergerus
Mayoritas kinerja perdagangan saham Bursa Efek Indonesiaditutup melemah pada pekan ini atau periode 21—25 September 2026.
Elsierra Putri Yosita, Sekretaris Perusahaan BEI menyampaikan bahwa rata-rata volume transaksi harian pekan ini mengalami peningkatan sebesar 2,04 persen.
“Menjadi 29,20 miliar lembar saham dari 28,61 miliar lembar pada pekan sebelumnya,” ujar dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 26 September 2026.
Namun di satu sisi, BEI mencatat Indeks Harga Saham Gabungansepanjang pekan ini mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 3,09 persen.
“Sehingga ditutup pada level 6.241,892 dari posisi 6.441,159 pada pekan sebelumnya,” kata Elsierra.
Catatan IHSG tersebut diikuti oleh kinerja kapitalisasi pasar BEI yang pekan ini ambles hingga 3,20 persen menjadi Rp10.905 triliun dari Rp11.266 triliun pada pekan lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa pekan ini juga mengalami koreksi menjadi menjadi 1,82 juta kali transaksi atau turun 3,95 persen dari 1,89 juta kali transaksi pada pekan lalu.
“Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 21,32 persen menjadi Rp11,98 triliun dari Rp15,22 triliun pada pekan sebelumnya,” terang Elsierra.
Adapun investor asing per kemarin Jumat, 25 September 2026, BEI mencatat nilai jual bersih mencapai Rp559,16 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp77,52 triliun.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.