Mobil Listrik Suzuki e-Sky Siap Saingi BYD Racco, Cek KeunggulannyaHarga Emas Turun ke USD4.595, Pasar Makin Waspadai Kenaikan Bunga The Fed
Lingkup pekerjaannya cukup komplet. PTPP akan menangani pekerjaan preliminary, struktur, arsitektur, interior, landscape, mekanikal, elektrikal, hingga elektronik.
Seluruh pekerjaan itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas Terminal 1A sekaligus membuat pengalaman pengguna jasa bandara tidak sekadar soal datang, antre, lalu buru-buru mencari pintu keberangkatan.
Terminal 1A sendiri merupakan bagian dari Bandara Soekarno-Hatta yang punya peran strategis dalam pergerakan penumpang dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, revitalisasi terminal bukan sekadar urusan mempercantik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan fasilitas bandara yang harus mengikuti pertumbuhan mobilitas dan perkembangan industri penerbangan.
Dalam menggarap proyek tersebut, PTPP juga membawa teknologi digital konstruksi.
Perusahaan menggunakan pemodelan dan pengelolaan informasi berbasis 3D, 4D, dan 5D, serta memanfaatkan Virtual Reality, Augmented Reality, BIM 3D, dan virtual tour.
Teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan Ground Penetrating Radar atau GPR untuk mendeteksi utilitas yang berada di bawah tanah.
PTPP menggunakan DSX Utility Detection Solution dan Leica DS4000 Utility Detection System untuk membantu proses identifikasi utilitas secara lebih akurat sehingga pekerjaan konstruksi dapat dilakukan dengan lebih aman dan terukur.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan proyek lanjutan tersebut menjadi bukti kepercayaan terhadap pengalaman perusahaan dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis.
“PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan pengalaman, kapabilitas, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi digital dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi peningkatan layanan transportasi udara di Indonesia,” ujar Joko dalam keterbukaan informasi PTPP yang dilihat Minggu, 23 Agustus 2026.
Bagi PTPP, kontrak Rp1,19 triliun tersebut sekaligus menambah tebal portofolio perusahaan di sektor infrastruktur transportasi.
Proyek ini juga menunjukkan bahwa bisnis konstruksi masih punya ruang untuk menggarap kebutuhan pengembangan infrastruktur transportasi nasional, meski tantangan utamanya tentu bukan cuma mendapatkan kontrak, melainkan memastikan proyek selesai sesuai target.
PTPP menyatakan proyek revitalisasi Terminal 1A akan dijalankan dengan mengutamakan kualitas, ketepatan waktu, keselamatan dan kesehatan kerja, inovasi konstruksi, serta pemanfaatan teknologi di setiap tahapan pekerjaan.
Dengan masa pelaksanaan 365 hari, pekerjaan tersebut kini resmi masuk hitungan mundur sampai Terminal 1A kembali menjalani babak berikutnya dalam sejarah Bandara Soekarno-Hatta.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.