Bitcoin Kembali ke USD83.000, Support USD80.000 Jadi Penentu

Namun, pemulihan tersebut belum sepenuhnya menghapus tekanan jual yang terjadi sepanjang pekan.

Indikator teknikal harian menunjukkan pelemahan momentum, sementara struktur grafik mingguan masih mempertahankan sinyal pemulihan setelah Bitcoin menembus pola penurunan sebelumnya.

Pergerakan Bitcoin pada sisa Oktober 2026 akan bergantung pada kemampuannya mempertahankan area support USD79.600–USD80.400 dan menembus resistance USD86.500–USD87.000.

Kedua area tersebut menjadi acuan untuk menilai apakah pemulihan harga dapat berlanjut atau justru berbalik menuju koreksi yang lebih dalam.

Mengacu pada grafik harian Binance BTC/USDT di TradingView, Bitcoin berada di level USD83.012 pada 9 Oktober 2026. Sementara itu, grafik mingguan menunjukkan harga USD82.928, dengan penurunan 4,16 persen dalam sepekan.

Pada periode tersebut, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi USD86.999 dan terendah USD80.394.

Perbedaan antara posisi harga saat ini dan level tertinggi mingguan memperlihatkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami tekanan jual.

Kenaikan kembali ke sekitar USD83.000 belum cukup untuk mengonfirmasi bahwa tren penguatan telah terbentuk kembali.

Di satu sisi, indikator mingguan masih memperlihatkan struktur yang mendukung skenario pemulihan. Di sisi lain, indikator harian menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Kombinasi tersebut membuat pergerakan Bitcoin perlu dicermati melalui respons harga terhadap area support dan resistance terdekat.

Area USD80.000 Menjadi Penopang Harga Bitcoin

Pada grafik harian, indikator Supertrend berada di level USD79.663,52. Posisi harga Bitcoin yang masih berada di atas garis indikator tersebut mempertahankan pembacaan tren bullish berdasarkan Supertrend.

Namun, jarak harga terhadap indikator itu semakin dekat setelah Bitcoin turun menuju USD80.394. Kondisi tersebut membuat area USD79.600–USD80.400 menjadi zona penting untuk mengukur ketahanan pemulihan harga.

Area tersebut terbentuk dari kombinasi level Supertrend harian dan titik terendah mingguan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atasnya, peluang pemulihan masih terbuka.

Sebaliknya, penurunan berkelanjutan di bawah zona tersebut akan melemahkan struktur pemulihan harian.

Apabila support tersebut ditembus, perhatian pasar dapat beralih ke area USD75.000–USD76.000 sebagai zona harga berikutnya yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, penembusan support tidak secara otomatis memastikan Bitcoin akan mencapai area tersebut. Pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada intensitas tekanan jual, respons pembeli, dan perkembangan sentimen pasar kripto.

Indikator Moving Average Convergence Divergenceharian memberikan sinyal yang lebih berhati-hati. Garis MACD berada di level 1.172, lebih rendah dibandingkan garis sinyal yang mencapai 1.709,23. Histogram MACD tercatat negatif 537,22.

Posisi garis MACD di bawah garis sinyal menunjukkan bahwa momentum kenaikan melemah dan tekanan bearish meningkat dalam jangka pendek. Histogram negatif memperkuat pembacaan tersebut.

Namun, kedua garis MACD masih berada di atas level nol. Artinya, pelemahan momentum saat ini belum disertai pergeseran kedua garis indikator ke wilayah negatif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki peluang melanjutkan pemulihan, tetapi membutuhkan penguatan momentum untuk mengurangi risiko pengujian ulang area support.

Dari sisi resistance, pergerakan menuju USD84.000–USD85.000 dapat menjadi tahap awal pemulihan. Jika berhasil melewati area tersebut, Bitcoin akan menghadapi hambatan yang lebih penting di sekitar USD86.500–USD87.000.

Pola Mingguan Masih Membuka Peluang Pemulihan

Berbeda dengan grafik harian, struktur grafik mingguan Bitcoin masih memperlihatkan sinyal pemulihan yang perlu diperhatikan.

Grafik TradingView menunjukkan harga Bitcoin telah menembus batas atas pola falling wedge, yaitu pola pergerakan yang terbentuk ketika harga bergerak dalam rentang menurun dengan garis batas yang semakin menyempit.

Penembusan batas atas pola tersebut terjadi sebelum koreksi terbaru. Hingga 9 Oktober, pergerakan harga masih berada di atas garis menurun yang membentuk batas pola.

Kondisi ini mempertahankan peluang pemulihan secara teknikal. Namun, penembusan pola tidak dengan sendirinya menjamin kenaikan berlanjut.

Harga masih perlu menunjukkan kemampuan bertahan di atas area penembusan dan melewati resistance berikutnya.

Indikator Awesome Oscillator mingguan tercatat positif 10.355,38, dengan histogram berwarna hijau di atas level nol.

Pembacaan ini menunjukkan bahwa momentum pada kerangka waktu mingguan masih relatif kuat dibandingkan sinyal pelemahan yang terlihat pada grafik harian.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membaca arah Bitcoin. Grafik harian menggambarkan perlambatan momentum setelah koreksi, sedangkan grafik mingguan masih mempertahankan sinyal yang mendukung skenario pemulihan.

Indikator Average Directional Indexmingguan berada di level 27,40. Angka tersebut menunjukkan adanya kekuatan tren yang cukup terbentuk.

Namun, ADX hanya mengukur kekuatan tren, bukan arah pergerakannya. Karena itu, indikator ini tidak dapat digunakan secara mandiri untuk memastikan Bitcoin akan kembali naik.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan area support dan menembus resistance USD87.000, peluang pengujian level USD90.000 akan semakin terbuka secara teknikal.

Sebaliknya, penolakan berulang di sekitar USD87.000 dapat membuat Bitcoin bergerak mendatar di bawah resistance tersebut. Dalam kondisi itu, pasar memerlukan konsolidasi lebih lanjut sebelum arah pergerakan berikutnya terlihat lebih jelas.

Peta Likuidasi Menunjukkan Konsentrasi di USD85.000–USD87.000

Selain indikator teknikal, peta likuidasi dari CoinGlass memberikan gambaran mengenai konsentrasi posisi perdagangan berleverage di sekitar harga Bitcoin.

Peta likuidasi satu pekan memperlihatkan bahwa Bitcoin kembali menguat setelah mengalami penurunan tajam menuju USD80.400. Di atas harga saat ini, terdapat konsentrasi posisi di sekitar USD85.000 dan USD87.000.

Area USD87.000 terlihat sebagai salah satu zona konsentrasi likuidasi yang menonjol. Jika harga bergerak menuju area tersebut, penutupan paksa posisi short yang menggunakan leverage berpotensi memperbesar volatilitas kenaikan.

Namun, peta likuidasi tidak memastikan harga akan bergerak menuju zona tersebut. Bitcoin tetap dapat mengalami tekanan jual sebelum mencapai area konsentrasi likuiditas di atas harga pasar.

Di bawah harga saat ini, peta tersebut juga memperlihatkan konsentrasi di sekitar USD82.000 dan USD80.400.

Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas dapat meningkat apabila harga kembali melemah dan memicu likuidasi posisi yang menggunakan leverage.

Komentar pasar yang menyertai grafik CryptoQuant pada 9 Oktober melaporkan sekitar 55.600 BTC berpindah ke bursa dalam kondisi rugi selama periode 24 jam.

Perpindahan tersebut ditafsirkan sebagai indikasi tekanan terhadap pemegang Bitcoin yang membeli pada harga lebih tinggi.

Namun, transfer Bitcoin ke bursa tidak selalu berarti aset tersebut langsung dijual. Data tersebut juga tidak menjelaskan secara pasti berapa banyak Bitcoin yang akhirnya masuk ke pasar jual.

Komentar yang sama menyebut nilai likuidasi pasar kripto mencapai USD1,09 miliar, termasuk sekitar USD1,05 miliar dalam posisi long. Angka tersebut merupakan data pasar kripto secara keseluruhan, bukan khusus likuidasi Bitcoin.

Besarnya likuidasi posisi long menunjukkan bahwa penurunan harga sebelumnya memicu penutupan paksa sejumlah posisi yang bertaruh pada kenaikan harga. Peristiwa tersebut dapat memperbesar tekanan jual ketika harga turun dengan cepat.

Kebijakan AS Menjadi Faktor Tambahan

Pergerakan Bitcoin juga berlangsung di tengah perhatian terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat dan perpindahan aset kripto yang berkaitan dengan penegakan hukum.

Crypto.news melaporkan perpindahan sekitar 833,6 BTC senilai USD71,56 juta menuju Coinbase Prime.

Dari jumlah tersebut, sekitar 264,9 BTC dikaitkan dengan kasus Bitfinex, sedangkan 568,7 BTC dikaitkan dengan aset sitaan dalam kasus Potapenko dan Turogin.

Perpindahan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan penjualan aset. Namun, transfer menuju platform perdagangan tidak membuktikan bahwa penjualan telah dilakukan.

Dari sisi kebijakan moneter, notulen rapat Federal Reserve pada September mencatat kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75 persen–4 persen. Rapat berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026.

Notulen tersebut juga menyoroti kenaikan imbal hasil US Treasury dan tekanan inflasi yang berkaitan dengan harga minyak.

Reuters melaporkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed menilai kenaikan suku bunga tambahan pada akhir tahun layak dipertimbangkan.

Sementara itu, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada Oktober dan kembali menaikkannya pada Desember. Dengan demikian, kenaikan pada Oktober masih merupakan risiko kebijakan, bukan keputusan yang telah ditetapkan.

Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Namun, hubungan tersebut tidak selalu berlangsung secara langsung karena harga kripto juga dipengaruhi likuiditas, posisi perdagangan berleverage, dan perkembangan pasar aset digital.

Pada sisa Oktober, area USD79.600–USD80.400 menjadi penopang utama yang perlu dipertahankan Bitcoin. Jika harga bertahan di atasnya dan mampu menembus USD86.500–USD87.000, peluang pemulihan menuju USD90.000 akan terbuka.

Sebaliknya, jika support ditembus secara berkelanjutan, perhatian pasar dapat beralih ke area USD75.000–USD76.000.

Dengan momentum harian yang melemah dan struktur mingguan yang masih positif, arah Bitcoin selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan harga mempertahankan support serta menembus resistance terdekat.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.