Danantara Sebut Butuh Rp100 Triliun untuk Benahi BUMN Bermasalah

Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria, mengatakan anggaran tersebut dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan keuangan perusahaan pelat merah.

Menurut Dony, kebutuhan biaya pembenahan tersebut masih berupa perkiraan dan diharapkan tidak mencapai angka Rp100 triliun.

“Inilah yang penting kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kurang lebih ke depannya ini mungkin akan ada lagi sekitar ya Rp100an triliun lagi untuk menyelesaikan ini.

Harapan saya tentu tidak sampai segitu ya,” ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.

Dony mengatakan Danantara sejauh ini telah menyelesaikan sekitar 70 persen persoalan yang membelenggu sejumlah BUMN. Sementara itu, sekitar 30 persen persoalan lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Menurutnya, persoalan tersebut terutama berada pada BUMN sektor konstruksi atau BUMN karya.

“Yang kita sedang selesaikan itu kan adalah di karya-karya saya harapkan ini selesai. The rest is relatifly kita sudah bisa kita lakukan.

Perusahaan kita sudah dalam kondisi yang cukup sehat,” imbuhnya.

Danantara Benahi BUMN Karya dan Pos Indonesia

Selain BUMN karya, Dony mengatakan sektor logistik juga masih membutuhkan pembenahan. Danantara saat ini tengah melakukan transformasi terhadap PT Pos Indonesia.

Ia berharap proses transformasi perusahaan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2026.

“Harapan saya sih bisa selesai di akhir tahun ini juga,” ucapnya.

Selain sektor konstruksi dan logistik, Danantara juga menjadikan dana pensiun sebagai salah satu pekerjaan rumah.

“Dan yang terakhir adalah dana pensiun kita. Tiga ini yang sebetulnya masih menjadi PR kita,” katanya.

Dony mengatakan persoalan BUMN lainnya relatif memiliki skala lebih kecil.

“Sisanya itu skalanya kecil-kecil. Lebih baik banyak konsolidasi restrukturisasi yang impact-nya tidak terlalu signifikan lagi,” lanjutnya.

Restrukturisasi BUMN Disertai Impairment dan Cut Loss

Dalam proses restrukturisasi, Danantara juga melakukan sejumlah langkah terhadap perusahaan dengan kondisi keuangan yang parah. Langkah tersebut mencakup koreksi, impairment, hingga cut loss.

Menurut Dony, tindakan tersebut harus dilakukan sebagai bagian dari proses pembenahan perusahaan.

“Koreksi, impairment, cut loss dan lain sebagainya harus kita terpaksa, harus kita lakukan dalam angka perbaikan ini. Tapi inilah cost yang ke depannya kita tidak mau lagi ini terjadi,” pungkasnya.

Danantara berharap restrukturisasi tersebut dapat membuat perusahaan-perusahaan BUMN memiliki kondisi keuangan yang lebih sehat.

Selain itu, langkah tersebut diharapkan mencegah persoalan keuangan serupa kembali terjadi pada masa mendatang.

Bidik Potensi USD5 Miliar dari Ekspor Komoditas

PT Danantara Sumberdaya Indonesiaatau DSI mengungkap potensi optimalisasi nilai ekspor komoditas strategis Indonesia mencapai USD5 miliar per tahun.

Potensi tersebut teridentifikasi melalui analisis awal DSI bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara

DSI merupakan perusahaan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis.

Perusahaan tersebut memiliki mandat memperkuat transparansi dan tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia.

DSI juga bertugas mengoptimalkan nilai ekonomi dari aktivitas ekspor komoditas strategis nasional.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, DSI menjalankan mandatnya secara bertahap. Tahap awal mencakup komoditas batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy.

Pelaksanaan mandat tersebut tetap diarahkan untuk mendukung kelancaran ekspor dan menjaga kepastian berusaha.

DSI Pantau Ribuan Transaksi Ekspor

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan DSI bertujuan memperkuat visibilitas ekosistem komoditas strategis Indonesia.

Menurutnya, visibilitas tersebut penting untuk memahami transaksi ekspor dan dinamika pasar secara lebih komprehensif.

Selain itu, pemahaman tersebut diperlukan untuk mengoptimalkan nilai komoditas bagi perekonomian nasional.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi sumber daya saja tidak cukup.

Dalam waktu lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor. Hal itu merepresentasikan nilai ekspor lebih dari USD14 miliar.

Total volume komoditas yang tercatat juga mencapai lebih dari 90 juta ton.

Aktivitas perdagangan tersebut berlangsung melalui lebih dari 50 pelabuhan muat. Pelabuhan tersebut tersebar di 25 provinsi dan melayani ekspor menuju lebih dari 100 negara.

DSI Integrasikan Data Ekspor

DSI mengintegrasikan data transaksi dengan berbagai referensi pasar global. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun visibilitas transaksi ekspor yang lebih menyeluruh.

Data yang dianalisis mencakup harga, volume, kualitas, dan klasifikasi Harmonized SystemAnalisis juga mencakup kapal pengangkut serta negara tujuan ekspor.

Pendekatan tersebut memungkinkan DSI memahami alur perdagangan komoditas strategis secara lebih menyeluruh.

Pemahaman tersebut mencakup rantai ekspor dari sisi transaksi hingga pasar tujuan.

DSI juga berfokus mengintegrasikan data ekspor nasional dengan analitik pada tingkat transaksi.

Proses tersebut memanfaatkan sistem pemerintah yang telah tersedia serta referensi pasar global.

Dengan meningkatnya visibilitas transaksi, DSI mulai mengidentifikasi peluang optimalisasi nilai.

Peluang tersebut tersebar di berbagai bagian ekosistem ekspor komoditas strategis.

Berdasarkan analisis awal bersama BUMN, potensi optimalisasi nilai diperkirakan mencapai sekitar USD5 miliar per tahun.

Potensi tersebut menjadi salah satu dasar DSI dalam memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.