Debat Capres Prancis Tekan Bursa Eropa, CAC 40 Jeblok 1,68 Persen

Tekanan terutama datang dari Prancis, setelah investor kembali mencermati kondisi fiskal dan politik negara tersebut menjelang pemilihan presiden 2027.

Indeks CAC 40 Prancis menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di Eropa. CAC 40 anjlok 142,52 poin atau 1,68 persen ke level 8.319,87.

Penurunan tersebut membawa indeks saham unggulan Prancis ke posisi terendah dalam satu bulan sekaligus menjadi beban utama bagi indeks STOXX 600.

Indeks STOXX 600 turun 4,56 poin atau 0,69 persen menjadi 651,85. Penurunan ini menjadi kinerja harian terburuk indeks acuan Eropa tersebut dalam sekitar satu bulan.

Tekanan terhadap pasar Prancis muncul menjelang debat pertama kandidat presiden yang berlangsung Kamis malam waktu setempat.

Investor mencermati perkembangan politik karena agenda pemilihan presiden berlangsung bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap kondisi anggaran negara.

Prancis merupakan salah satu negara dengan defisit anggaran terbesar di zona euro. Karena itu, kemampuan pemerintah untuk mengendalikan keuangan negara menjadi salah satu perhatian utama pasar.

Kekhawatiran juga meningkat karena kandidat dari kelompok politik hard-left maupun far-right menjadi bagian dari persaingan menuju pemilihan presiden.

Pasar mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan fiskal apabila agenda politik yang membutuhkan belanja besar mendapatkan dukungan.

Analis City Index Fiona Cincotta mengatakan pergeseran politik ke posisi yang lebih ekstrem dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kebijakan populis. Kondisi tersebut berpotensi menjadi perhatian bagi pasar utang dan imbal hasil obligasi.

Saham Perbankan Ikut Perkuat Koreksi CAC 40

Pergerakan saham perbankan Prancis turut memperbesar tekanan terhadap CAC 40. BNP Paribas, Societe Generale, dan Credit Agricole masing-masing mengalami penurunan sekitar 4 persen hingga 5 persen.

Secara sektoral, saham perbankan menjadi kelompok dengan penurunan terbesar di STOXX 600. Indeks sektor tersebut melemah 1,7 persen.

Tekanan terhadap saham bank terjadi ketika perhatian investor juga tertuju pada kondisi fiskal Prancis dan pergerakan imbal hasil obligasi.

Kenaikan imbal hasil dapat memengaruhi kondisi pembiayaan serta menjadi perhatian bagi sektor keuangan.

Selain perkembangan politik, investor juga menunggu peninjauan peringkat kredit Prancis oleh Fitch yang diperkirakan berlangsung pada hari ini waktu setempat.

Peninjauan tersebut menjadi salah satu agenda yang diperhatikan pasar setelah tekanan terhadap keuangan pemerintah kembali menjadi sorotan.

Naiknya Imbal Hasil Obligasi Eropa

Pergerakan pasar Eropa juga dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi zona euro. Sektor yang sensitif terhadap suku bunga ikut tertekan.

Saham utilitas turun 1,3 persen, sementara sektor properti melemah 0,7 persen.

Kenaikan imbal hasil obligasi terjadi di tengah kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi, terutama setelah harga minyak mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut membuat investor tetap memperhatikan prospek kebijakan moneter dan ruang penurunan suku bunga.

Di tengah tekanan tersebut, saham teknologi menjadi sektor yang mampu menahan penurunan STOXX 600. Sektor teknologi menguat 1,8 persen setelah mendapatkan dorongan dari prospek positif Nvidia.

Kinerja saham teknologi Eropa mengikuti penguatan saham teknologi Amerika Serikat setelah Nvidia menyampaikan proyeksi pendapatan yang kuat.

Prospek tersebut meningkatkan perhatian terhadap permintaan produk yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Saham perangkat lunak Eropa juga bergerak positif. Bank of America Global Research menyatakan tidak menemukan bukti gangguan maupun peningkatan persaingan pada kuartal kedua.

Nemetschek menjadi salah satu penguat utama di STOXX 600 dengan kenaikan 9,9 persen. Penguatan tersebut menjadikannya saham dengan kinerja terbaik di indeks acuan Eropa pada perdagangan Kamis.

Kinerja Saham-saham Individual di Prancis

Namun, sejumlah saham individual mengalami tekanan akibat kinerja perusahaan masing-masing.

Pernod Ricard, produsen minuman beralkohol asal Prancis, turun 4,6 persen setelah melaporkan penjualan 2026 yang sedikit di bawah ekspektasi. Kinerja perusahaan tertekan oleh kondisi pasar Amerika Serikat dan China.

Eiffage menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar di STOXX 600 setelah anjlok 7,4 persen. Saham perusahaan konstruksi tersebut tertekan setelah laporan hasil semester pertama dinilai mengecewakan.

Bursa Jerman Naik, FTSE 100 Turun

Sementara itu, bursa Jerman bergerak berlawanan dengan Prancis. Indeks DAX naik 81,28 poin atau 0,31 persen menjadi 26.367,24.

Sentimen konsumen Jerman diperkirakan membaik memasuki September karena meningkatnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi dan pendapatan.

Meski demikian, kehati-hatian rumah tangga dalam membelanjakan uang masih menjadi faktor yang membatasi perbaikan sentimen konsumen.

Di Inggris, FTSE 100 justru turun 85,58 poin atau 0,79 persen menjadi 10.792,54.

Selain perkembangan Eropa, investor juga mulai mengalihkan perhatian ke Amerika Serikat. Chairman Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato pertamanya dalam posisi tersebut pada Simposium Jackson Hole.

Pasar akan mencermati pandangan Warsh mengenai arah kebijakan moneter dan independensi bank sentral Amerika Serikat.

Perkembangan tersebut menjadi penting di tengah perhatian investor terhadap inflasi, suku bunga, dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Dengan demikian, penurunan bursa Eropa pada perdagangan Kamis terutama dipimpin oleh saham Prancis. CAC 40 turun 1,68 persen ke level terendah dalam satu bulan, sementara STOXX 600 melemah 0,69 persen.

Ketidakpastian fiskal dan politik menjelang debat kandidat presiden menjadi perhatian utama di Prancis, sementara kenaikan imbal hasil obligasi turut menekan saham sektor yang sensitif terhadap suku bunga.

Di sisi lain, saham teknologi menjadi penahan tekanan setelah prospek Nvidia memberikan dorongan bagi sektor tersebut.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.