Paradise IndonesiaGenjot Kinerja Semester II Positif dengan 23 Semarang dan Hospitality
Target Industri yang Harus Dikejar
Rumah Subsidi Murah Dibayangi Mahalnya Ongkos Transportasi, Bagaimana Solusinya?
Pemerintah sendiri menyatakan APBN 2027 diarahkan untuk mendukung pertumbuhan, investasi, hilirisasi dan industrialisasi.
Karena itu, tantangan bagi kebijakan industri bukan sekadar mendapatkan alokasi anggaran, melainkan memastikan berbagai instrumen tersebut benar-benar meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing industri.
Hitung-hitungan Sederhana Kontribusi Industri
Ada alasan lain mengapa pertumbuhan industri menjadi penting dalam mengejar target ekonomi. Didik menggunakan pendekatan sederhana dengan bobot industri sekitar 19 persen terhadap PDB dan pertumbuhan industri sekitar 4,5 persen.
Dari perhitungan tersebut, kontribusi langsungnya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 0,86 persen.
“Jadi, kalau sektor industri yang sekarang hanya tumbuh sekitar 4,5 persen, maka sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi tidak signifikan atau bahkan bisa dikatakan sangat marjinal,” ujar Didik.
Perhitungan tersebut bukan berarti pertumbuhan industri 4,5 persen hanya menyumbang 0,86 persen secara keseluruhan terhadap perekonomian dalam pengertian kontribusi resmi BPS.
Itu merupakan ilustrasi matematis sederhana dari bobot sektor dikalikan tingkat pertumbuhannya.
Namun, ilustrasi tersebut menunjukkan persoalan yang ingin ditekankan Didik.
Jika sektor dengan bobot besar dalam perekonomian tumbuh hanya sekitar 4,5 persen, maka dibutuhkan sumber pertumbuhan lain yang jauh lebih kuat untuk membawa ekonomi menuju angka 7–8 persen.
Di masa lalu, menurut Didik, periode ketika ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 7 persen juga ditopang pertumbuhan industri yang mencapai dua digit.
Karena itu, pergantian Menperin menjadi lebih dari sekadar pergantian pejabat.
Menteri Perindustrian baru menghadapi pertanyaan mengenai bagaimana memperbesar kembali kapasitas industri agar target pertumbuhan ekonomi tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen perencanaan.
Didik menilai perubahan kebijakan menjadi syarat utama. “Jawabannya mutlak tidak menjalankan kebijakan as usual seperti selama dua tahun ini,” kata dia.
Bagi pemerintah, persoalannya kini cukup konkret. Target ekonomi 6 persen sudah dipasang untuk 2027, sementara target jangka menengah mencapai 8 persen pada 2029.
Pada saat yang sama, kontribusi industri pengolahan harus didorong dari 18,67 persen menuju 21,9 persen.
Jika mesin industri tidak ikut dipercepat, target pertumbuhan ekonomi tersebut akan membutuhkan sumber pertumbuhan lain yang semakin besar.
“Jika tidak ada perubahan kebijakan dari sektor ini, maka jangan harap ekonomi bisa tumbuh sampai 7-8 persen,” kata Didik.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.