Harga Emas Global Melambung, Segini Logam Mulia Antam

Harga Emas Turun Lebih dari Satu Persen usai The Fed Naikkan Suku BungaDiborong Asing Rp176 Miliar, Apa Saja Katalis Positif ANTM?

Artinya, kenaikan emas global belum otomatis membuat emas ANTAM menembus resistance tersebut.

Perbedaan harga jual dan buyback juga perlu diperhatikan. Harga jual bukan harga yang langsung diterima investor ketika menjual kembali emas.

ANTAM menetapkan harga buyback berdasarkan harga yang berlaku pada hari transaksi.

Situs resmi Logam Mulia menjelaskan bahwa harga buyback mengikuti pergerakan harga emas dunia dan berlaku sama berdasarkan transaksi, bukan tahun produksi emas.

Dengan harga jual Rp2.598.000 per gram dan buyback sekitar Rp2,4 jutaan berdasarkan data perdagangan yang tersedia, terdapat spread yang harus diperhitungkan investor.

Karena itu, perubahan harga emas global dalam satu hari tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai keuntungan bersih investor emas fisik.

Perak Bergerak Lebih Agresif

Pergerakan logam mulia lainnya bahkan lebih kuat. Perak spot melonjak 4,2 persen menjadi USD65,60 per ounce, platinum naik 1,8 persen menjadi USD1.783,69, sedangkan paladium bertambah 1,6 persen menjadi USD1.289,45.

Perak memiliki karakter berbeda dari emas karena selain menjadi aset investasi, perak juga memiliki penggunaan industri.

Karena itu, pergerakannya dapat dipengaruhi secara bersamaan oleh sentimen investasi dan ekspektasi terhadap aktivitas industri.

Di pasar domestik, perak ANTAM diperkirakan masih bergerak terbatas di sekitar Rp41.000-Rp42.000 per gram. Dengan demikian, kenaikan harga perak global juga belum sepenuhnya diteruskan ke harga ritel domestik.

Apa yang Menentukan Arah Berikutnya?

Untuk emas global, perhatian pasar kini tertuju pada tiga variabel utama: dolar AS, yield Treasury dan ekspektasi suku bunga Fed. Selama dolar dan yield bergerak turun, emas memperoleh dukungan.

Sebaliknya, penguatan dolar dan kenaikan yield dapat kembali menjadi tekanan.

Faktor geopolitik juga tetap penting. Konflik di Timur Tengah masih menciptakan ketidakpastian terhadap harga energi dan inflasi.

Pada saat yang sama, kebijakan bank sentral global bergerak tidak seragam.

Bank of England mempertahankan suku bunga, sementara Bank of Japan diperkirakan melanjutkan normalisasi kebijakan. Kondisi ini membuat arus modal global berpotensi tetap sensitif terhadap perubahan imbal hasil antarnegara.

Untuk emas ANTAM, arah harga akan ditentukan oleh kombinasi harga emas dunia dan kurs rupiah.

Karena itu, kenaikan emas global pada Kamis menjadi katalis positif, tetapi belum cukup untuk memastikan harga emas domestik bergerak dengan persentase yang sama.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.