Kiwoom Sebut IHSG Bisa Tembus 7.200, Cek Pilihan Sahamnya

BBRI Diguyur Broker SQ Rp156,8 Miliar, Broksum Tunjukkan Data MenarikDaftar Saham Paling Laris Diborong dan Dilepas Pekan ini

Liza menyatakan, prospek perbaikan akan semakin terbuka apabila inflasi AS mulai melunak dan siklus suku bunga berbalik. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan cost of capital sekaligus memberikan ruang bagi pemulihan permintaan.

“Memasuki 2027, ruang membaik akan lebih besar kalau inflasi AS melunak dan siklus suku bunga mulai berbalik, sehingga cost of capital turun dan demand kembali pulih,” jelasnya.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, Kiwoom Sekuritas melihat kualitas fundamental menjadi faktor krusial dalam menentukan pilihan investasi.

Investor dinilai perlu memperhatikan kesehatan neraca, kemampuan menghasilkan laba, valuasi, serta likuiditas saham.

“Di era suku bunga tinggi saya lebih pilih quality first: balance sheet sehat, earnings nyata, valuasi masuk akal dan likuiditas baik; hindari saham highly leveraged, free float rendah dan growth story tanpa earnings,” tutur Liza.

Apa Strategi yang Bisa Dikerjakan?

Ia menilai, strategi akumulasi secara bertahap dapat menjadi pendekatan yang digunakan investor ketika valuasi dan risk-reward dinilai sudah menarik.

Dengan kondisi pasar yang masih volatil, investor tidak perlu terlalu agresif mengejar reli.

“Strateginya jangan terlalu agresif mengejar rally, tetapi accumulate bertahap ketika valuasi dan risk-reward sudah menarik,” katanya.

Untuk pilihan saham, Liza menyebut sejumlah emiten yang dianggap relevan dengan kondisi pasar saat ini berdasarkan stock picks dalam Kiwoom Market Outlook 2H26.

Opsi sahamnya mencakup PT Aneka Tambang Tbkdengan target harga Rp4.800, PT Kalbe Farma TbkRp970, PT Bank Negara IndonesiaTbkRp4.100.

PT Bank Rakyat IndonesiaTbkRp3.600, PT Jasa MargaTbkRp3.850, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbkdengan target harga Rp2.700.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.