Tekanan jual yang meningkat membuat indeks berada di dekat area 6.200 yang diperkirakan menjadi level pengujian berikutnya.
Tekanan tersebut juga berlangsung ketika investor asing masih mencatatkan aksi jual di pasar saham Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan untuk periode 16-22 September 2026, nilai net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp2,90 triliun, sedangkan di pasar reguler mencapai Rp3,39 triliun.
MNC Sekuritas melihat tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat setelah indeks menembus area moving average60.
“IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 1,69% ke 6,277 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat, koreksinya menembus area MA60,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu, 23 September 2026.
MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG saat ini merupakan bagian dari wave a dari waveDengan kondisi tersebut, indeks diperkirakan terlebih dahulu menguji rentang 6.208-6.258.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave a dari wave, sehingga IHSG akan menguji dahulu rentang area 6,208-6,258,” tulis analis MNC Sekuritas.
IHSG Dekati Area 6.258
Pada perdagangan 22 September 2026, IHSG dibuka di level 6.392,34 dan sempat menguat hingga 6.423,84. Namun, tekanan jual kemudian membawa indeks turun hingga menyentuh level terendah 6.258,44 sebelum akhirnya ditutup di 6.277,04.
Posisi penutupan tersebut hanya sekitar 19 poin di atas batas bawah area 6.208-6.258 yang menjadi perhatian MNC Sekuritas.
Dengan demikian, pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya akan menjadi perhatian investor, terutama apabila tekanan jual kembali membawa indeks mendekati area tersebut.
MNC Sekuritas menempatkan 6.267 dan 6.108 sebagai level support IHSG. Sementara area resistance berada di 6.440dan 6.535.
Di sisi lain, MNC Sekuritas melihat masih terdapat area penguatan terdekat pada 6.333-6.364.
“Area penguatan terdekat IHSG berada di 6,333-6,364,” tulis MNC Sekuritas.
Asing Masih Catat Net Sell
Data aktivitas investor asing yang menunjukkan tekanan dari investor asing masih terlihat pada periode 16-22 September 2026.
Dalam periode tersebut, investor asing mencatatkan pembelian senilai Rp24 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp26,90 triliun. Dengan demikian, posisi net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp2,90 triliun.
Jika hanya melihat pasar reguler, net foreign sell tercatat lebih besar, yakni Rp3,39 triliun. Sementara pada transaksi tunai dan negosiasi, investor asing justru mencatatkan net foreign buy Rp491,68 miliar.
Pada perdagangan 23 September, data yang ditampilkan menunjukkan nilai transaksi mencapai sekitar Rp13.144,4 miliar, dengan volume perdagangan sekitar 307,4 juta lot dan frekuensi mencapai 2.161.144 transaksi.
Komposisi nilai transaksi dalam periode yang ditampilkan juga menunjukkan investor domestik masih mendominasi aktivitas pasar dengan porsi 64,53 persen, sedangkan investor asing sebesar 35,47 persen.
Sebelumnya diberitakan, tekanan pasar juga terlihat dari luasnya saham yang mengalami koreksi.
Sedangkan hanya 148 saham menguat dan 259 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan koreksi IHSG tidak hanya dipicu oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, tetapi berlangsung cukup luas di berbagai papan perdagangan.
Aktivitas transaksi tetap tinggi dengan volume mencapai 31,03 miliar saham, sementara nilai transaksi sekitar Rp13,94 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 2,14 juta kali.
Di antara saham yang aktif diperdagangkan, BUMI mencatat volume sekitar 4 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp714 miliar.
Sementara itu, BBRI menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai sekitar Rp875 miliar, disusul BBCA sekitar Rp580 miliar.
Empat Saham Jadi Perhatian
Di tengah tekanan terhadap IHSG, MNC Sekuritas masih melihat peluang pada sejumlah saham berdasarkan analisis teknikal.
Untuk AMRT, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Trading Buy pada rentang 1.290-1.305 dengan target harga 1.350 dan 1.375 serta stoploss di bawah 1.280.
Sementara BBRI masuk rekomendasi Buy on Weakness pada level 3.100-3.180. Target harga berada di 3.320 dan 3.420 dengan stoploss di bawah 3.080.
Untuk PGAS, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Trading Buy pada rentang 1.440-1.450, dengan target 1.490 dan 1.525 serta stoploss di bawah 1.425.
Adapun TPIA masuk rekomendasi Buy on Weakness pada rentang 1.790-1.810. Target harga ditetapkan pada 1.890 dan 1.955, dengan stoploss di bawah 1.765.
Pergerakan saham-saham tersebut menjadi bagian dari perhatian pasar ketika IHSG masih menghadapi tekanan jual dan investor asing belum kembali mencatatkan akumulasi secara keseluruhan.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.