IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.398, Sektor Konsumer Siklikal Pimpin Penguatan

ITMG Targetkan Produksi 22,9 Juta Ton pada 2026, Permintaan Batu Bara Masih Dipengaruhi El NinoSaham AGAR Jadi Top Gainers, Fundamentalnya Seperti Apa?

Untuk perdagangan hari ini, Nafan menyebut sentimen IHSG sejatinya lebih konstruktif dibanding Senin kemarin, tetapi ruang penguatannya masih akan dibatasi oleh tekanan domestik, terutama rupiah dan foreign flow.

Adapun Nafan menetapkan support IHSG hari ini berada di kisaran level 6.371-6.290. Sementara area resistance ada di angka 6.452 – 6.567.

Menurutnya, katalis domestik terpenting adalah Rapat Dewan GubernurBank Indonesiapada 22-23 September 2026. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa BI Rate masih dipertahankan pada 5,75 persen.

“Sehingga fokus investor kemungkinan bergeser kepada forward guidance BI, khususnya bagaimana bank sentral merespons pelemahan rupiah dan kondisi suku bunga global,” jelas dia.

Dengan rupiah yang sudah terdepresiasi sebesar 0,77 persenpada Rp17.872,9/USD, Nafan memandang ruang pelonggaran moneter BI akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga stabilitas nilai tukar.

Sementara itu, sentimen eksternal justru membaik cukup signifikan. Penurunan harga minyak dan yield Treasury menjadi katalis penting karena sebelumnya menjadi sumber tekanan bagi valuasi saham, khususnya sektor teknologi.

Nafan mencatat Yield US Treasury 10 tahun kembali turun 0,88 persen di bawah level psikologis 5 persen yakni di level 4,952 persen, sedangkan Brent turun 3,68 persen di level USD100,08 per barel.

Ia bilang, penurunan minyak juga meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi sehingga memberikan ruang bagi para pelaku investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko.

“Sentimen tersebut diperkuat oleh meningkatnya harapan bahwa pertemuan di sela-sela Sidang Umum PBB dapat membuka ruang diplomasi antara AS dan Iran sehingga mencerminkan berkurangnya geopolitical risk premium,” ungkapnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.