Illegal Mining Turun, TINS Catat Lonjakan Produksi Timah

TimahBidik Eksplorasi Timah Primer dan Logam Tanah Jarang pada 2027Smelter Ausmelt Ngebul–Ekspor ke India Moncer, TINS Bidik Laba 2026 Lebih Tinggi

Dengan tertutupnya pintu-pintu kebocoran cadangan timah ke luar negeri, perseroan meyakini alokasi produksi logam timah murni Indonesia dapat tersalurkan melalui kanal resmi yang memberikan imbal hasil optimal.

Produksi TINS Meningkat Seiring Pengamanan IUP

Perbaikan pengamanan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja operasional TINS sepanjang Semester I 2026.

Perseroan mencatat produksi bijih timah sebesar 12.232 ton Sn, meningkat 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi logam timah juga tumbuh 58 persen menjadi 10.865 metrik ton Sn.

Kenaikan produksi kemudian diikuti peningkatan volume penjualan logam timah yang mencapai 10.984 metrik ton, atau naik 85 persen secara tahunan.

Kondisi tersebut turut menopang kinerja keuangan perseroan, di tengah harga timah global yang masih berada pada level tinggi.

Sepanjang Semester I 2026, TINS membukukan pendapatan Rp10,42 triliun dan laba bersih Rp2,71 triliun. Laba tersebut melonjak 805 persen secara tahunan, sedangkan pendapatan tumbuh 147 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut juga mendorong perseroan mengajukan perubahan RKAP 2026. Dalam target awal, TINS membidik pendapatan Rp15,4 triliun dan laba bersih Rp1,6 triliun.

Perseroan masih menunggu persetujuan pemegang saham dan MIND ID terkait target baru tersebut.

Selain meningkatkan produksi, TINS menambah empat Kapal Isap Produksipada Juli dan Agustus 2026 untuk mendukung kegiatan pertambangan di wilayah lepas pantai.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan mengejar target produksi hingga akhir tahun.

Upaya ini dinilai menjadi fondasi utama dalam mengembalikan kedaulatan tata kelola komoditas timah nasional.

“Pengamanan yang efektif terbukti berkorelasi langsung terhadap kenaikan pasokan bijih ke smelter resmi kami. Ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan bisnis pertambangan nasional,” jelasnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.